JAKARTA—Stimulus sosial terhadap masyarakat, pelaku UMKM hingga perusahaan skala kecil-menengah berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia maupun dunia pada masa pandemi.
Dalam Webminar Forum Diskusi Salemba 46 bertajuk “Outlook Perekonomian Indonesia 2021” di Jakarta, Sabtu (30/1/21), Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menyampaikan berbagai stimulus sosial terbukti mendorong tanda-tanda pemulihan ekonomi dunia hingga lima persen pada 2021.
Destry mengatakan upaya pemulihan ekonomi seperti ini akan berjalan selaras dengan pelaksanaan vaksinasi.
“Untuk ekonomi domestik, kita melihat tren mobilitas sudah menunjukan perbaikan, meski kembali turun setelah diberlakukan kembali PSBB,” ujar Destry.
Pergerakan ekonomi berbagai sektor seperti manufaktur juga perlahan membaik meski tidak seperti pada sebelum pandemi terjadi. Indonesia dapat segera pulih jika melihat sejumlah upaya pemerintah seperti menggenjot program strategis nasional (PSN).
Pada tahun lalu hal ini sempat terhambat. Kemudian adanya Sovereign Wealth Fund (SWF) yang diharapkan menarik investasi lebih banyak masuk ke Indonesia.
“Terkait ekspor juga lebih baik, khususnya yang meningkat pesat ke Tiongkok, AS, dan beberapa negara di Asia Tenggara. Dengan kondisi seperti ini kita dapat memanfaatkan pemulihan ekonomi untuk mendorong ekspor tumbuh,” ucap Destry.
Indonesia juga memiliki potensi besar dalam sektor keuangan digital yang meningkat pesat selama pandemi dengan diperkirkan sektor e-commerce akan tembus Rp300 triliun pada 2021 atau naik 33,2 persen.
Penggunaan uang elektronik meningkat sangat pesat karena memberikan kemudahan dan kenyamanan, apalagi dengan mobilitas terbatas.
Transaksi uang elektronik jadi pilihan konsumen, termasuk digital banking diperkirakan terus meningkat pada 2021,” tutup Destry.








