Perlahan tapi pasti KSPPS Abdi Kerta Raharja mulai mengembalikan performa usaha yang sebelumnya sempat tersendat akibat terjangan Covid-19.

Krisis pandemi memberi pengalaman mahal bagi KSPPS Abdi Kerta Raharja (Kopsyah AKR) bahwa kekuatan terbesar koperasi berada pada tingkat kepercayaan anggota. Hanya lantaran masih banyak anggota yang militan berkoperasi sehingga koperasi ini dapat melewati pandemi covid-19 yang lalu. Sebagian besar anggota umumnya berasal dari kalangan masyarakat berpenghasilan rendah, yang merupakan pihak paling rentan terdampak krisis. Namun karena kesetiaan berkoperasi dan didukung pula dengan kondisi usaha membaik, anggota mulai mampu memenuhi kewajibannya.
Saat menggelar RAT Tahun Buku 2025, Rabu (28/1/2026) di Tangerang, Banten, Ketua Kopsyah AKR Farida melaporkan perkembangan koperasi yang mulai membaik dan tengah melakukan konsolidasi internal. “Sekarang kami fokus mempertahankan dan memperbaiki kualitas, baik kualitas pengelolaan maupun kualitas anggota,” ujarnya kepada Majalah Peluang.
Menurutnya, pandemi menjadi ujian berat sekaligus proses seleksi alami. Anggota yang bertahan adalah mereka yang memiliki pemahaman dan komitmen terhadap koperasi. “Koperasi itu kekuatannya ada di anggota.
Di masa sulit kemarin, yang tersisa adalah anggota-anggota yang solid dan sudah teruji. Ini justru membuat koperasi lebih sehat,” ujarnya.

Sebagai bentuk penguatan, Kopsyah AKR secara konsisten menjalankan pendidikan perkoperasian. Setiap pekan, anggota mendapatkan materi edukasi melalui video singkat dan pendampingan langsung oleh petugas koperasi, agar pemahaman tentang menabung, pembiayaan, dan kepemilikan koperasi semakin kuat. Hasilnya mulai terlihat. Salah satu capaian paling menonjol pada 2025 adalah peningkatan simpanan anggota yang terus menanjak. Total simpanan kini hampir menyentuh angka Rp43 miliar, naik dibanding tahun sebelumnya di kisaran Rp41,3 miliar. Tahun ini Farida memprediksi kenaikan simpanan anggota mendekati Rp52 miliar.
Selain mengelola simpanan dan pembiayaan, Kopsyah AKR juga aktif menjalankan program sosial, khususnya di bidang pendidikan. Mulai dari beasiswa tahfiz Al-Qur’an, pendidikan paket kesetaraan, hingga pendidikan sarjana melalui kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah. “Ada anggota atau anak anggota yang kuliahnya kami bantu, bahkan ada yang gratis. Tentu dengan syarat, salah satunya adalah keterbatasan ekonomi dan sangat membutuhkan pendidikan, “Jelas Farida. Apabila anggota semakin memahami makna koperasi sebagai usaha bersama, tentunya koperasi bisa tumbuh dari kekuatan internal tanpa ketergantungan pada modal luar. (Ratih)





