JAKARTA—Sejak 1988, Sumarsono (69 tahun) menekuni kerajinan pembuatan genteng di Pringsewu Lampung. Usaha itu dijalankannya ketika menghadapi pensiun sebagai PNS. Seperti para pengusaha lainnya, bisnisnya pernah mengalami masa suram, membuat dia beralih ke usaha peternakan.
Namun seiring berjalan waktu Sumarsono bersama istrinya kembali menjalankan pembuatan genteng. Pada 2016 dia memutuskan untuk menjadi anggota Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sahabat Mitra Sejati.
Keputusan Sumarsono untuk berkoperasi tidak salah, dia mendapatkan pinjaman untuk mengembangkan usahanya, di antaranya untuk membeli tanah untuk bahan pembuatan genteng. Sumarsono juga mendapatkan pelatihan dan bantuan pemasaran.
Kini, walaupun di tengah pandemi, penjualan tidak terlalu terdampak. Apalagi Pemprov Lampung menyertakan sejumlah UKM kerajinan genteng, termasuk dirinya dalam program bedah rumah.
“Berkat usaha kerajinan genteng, lima anak saya bisa lulus kuliah,” ucap Sumarsono dalam Webminar yang digelar KSP Sahabat Mitra Sejati, Rabu (4/11/20).
Dia juga mendapakan bantuan mesin pencetak genteng dari KSP Sahabat Mitra Sejati yang diserahkan oleh cabang dan disarkan mellaui zoom.
Selain Sumarsono, Kariman, seorang warga Cikupa bernama Kariman juga mendapatkan dukungan permodalan setelah menjadi anggota koperasi pada 2017. Usaha plastik injection yang ditekuninya kemudian berkembang dan antara lain sudah punya mitra dari sejumlah perusahaan.
“Pandemi sempat memberi dampak, tetapi saya juga membuat usaha pembuatan APB dan faceshield. Dalam sehari kami bisa membuat enam ribu APB dan 4-5 ribu faceshield, ” ucap dia.
Kariman mengakui selain mendapatkan bantuan permodalan, dia juga mendapatkan bantuan pelatihan dan pemasaran.
Sementara Ketua I KSP Sahabat Mitra Sejati Cheppy Y Mulyana menyampaikan sejak Januari-Oktober 2020 pihaknya sudah menyalurkan dana Rp1 triliun untuk anggota, yang 100% merupakan UKM. “Kami senang jadi bagian dari gerakan pemberdayaan UKM,” kata dia (Van).








