hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Berharap Pada Omnibus Law

Dunia usaha meyakini pertumbuhan ekonomi akan membaik jika Undang-Undang “sapu jagat” ini segera diterbitkan

Perlambatan ekonomi global yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang stagnan di level 5 persen, mendorong Pemerintah untuk menginisiasi terbitnya  Undang-undang Omnibus Law yang kini sedang digodok bersama DPR. Ombinus Law diharapkan dapat menjadi jurus pamungkas untuk menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja.

Wakil Ketua Umum Kadin DKI Jakarta Bidang Energi Dan Pekerjaan Umum – Afifuddin Suhaeli Kalla, biasa disapa Afi,  mendukung rencana Pemerintah untuk menerbitkan UU tersebut. “Selama ini seringkali perizinan menjadi kendala bagi pengusaha untuk mengembangkan bisnisnya. Semoga dengan adanya Omnibus Law dapat mengatasi masalah tersebut,” ujar Afi saat ditemui dalam malam syukuran Harlah 52 Tahun Kadin DKI Jakarta di kawasan Ancol, Jakarta.

Untuk informasi, istilah Omnibus Law diucapkan Presiden Joko Widodo dalam pidato pertamanya setelah dilantik sebagai Presiden periode 2019-2024 pada 20 Oktober 2019. Omnibus law terdiri atas dua UU besar, yakni UU Cipta Lapangan Kerja dan UU Perpajakan.

Dalam Kamus Hukum Merriam-Webster, omnibus law berasal dari omnibus bill, yakni UU yang mencakup berbagai isu. Kata “omnibus” berasal dari bahasa Latin yang berarti “segalanya”. Omnibus Law diajukan pemerintah kepada DPR untuk mengamendemen beberapa UU sekaligus. Tercatat setidaknya 82 UU dan 1.100 pasal yang akan diseleraskan dalam UU Omnibus Law.

Menurut Afi yang usahanya bergerak di bidang energi dengan bendera Bukaka Group, selama ini sering kali kebijakan pusat dan daerah tidak sinkron. Sehingga hal itu memperlambat ekspansi usaha. “Kebijakan Pusat dan Daerah sering berbeda dalam hal perizinan, sehingga menyulitkan pengusaha,” ungkapnya.

Kiprah Afi, pengusaha kelahiran Jakarta, 22 Juni 1985 ini sudah tak asing lagi di dunia usaha. Pria penggemar golf dan sepakbola ini sudah terjun sebagai pengusaha sejak usia muda. Ia memimpin banyak perusahaan antara lain Malea Energy, Tamboli Energy, Bumi Mineral Sulawesi,  Bukaka Energi serta beberapa perusahaan yang bergerak di bidang energi lainnya dalam Kalla Group.

Pemegang gelar  Master dari Keller Graduate School of Management San Francisco ini optimistis jika Omnibus Law terbit maka prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia akan lebih cerah. “Jangan lagi mengeluh adanya perang dagang AS-China, sebab kita punya potensi besar untuk tumbuh. Oleh karenanya, dunia usaha berharap Omnibus Law dapat segera diterbitkan,” pungkas Afi.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate