
PeluangNews, Jakarta – Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengharapkan, investor dapat mencermati efek dari konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran di Timur Tengah terhadap pergerakan pasar saham di dalam negeri.
Selain itu, investor harus selalu rasional dan mencermati keadaan dari perang tersebut.
“Yang pasti harus memperhatikan faktor fundamental,” ujar Jeffery, usai Pengucapan Sumpah Jabatan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Rabu (25/3/2026).
Menurut dia, dalam setiap keadaan tentu ada perusahaan-perusahaan yang akan mendapatkan keuntungan. Namun di sisi lain, terdapat juga perusahaan yang menelan dampak negatif.
“Yang pastinya lagi harus selalu menyesuaikan dengan profil risiko masing-masing,” ucap dia.
Dikatakan, kondisi saat ini yang terjadi adalah ketidakpastian yang sangat tinggi. Karena itu, investor diharapkan dapat mempertimbangkan kondisi saat ini dalam pengambilan keputusan.
Meski begitu, Jeffrey berpandangan hari ini pasar bereaksi cukup baik setelah libur panjang.
“Tetapi kalau kita memperhatikan hari ini, setelah pasar kita libur cukup lama, pasar kita bereaksi cukup baik terhadap perkembangan terakhir yang ada di Timur Tengah,” tambahnya.
Sebagai catatan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penguatan hingga akhir perdagangan hari ini, Rabu (25/3/2026) pukul 16.00 WIB.
IHSG ditutup menguat 195,282 poin atau 2,75% ke level 7.302,121. Hal ini menjadi hari pertama perdagangan setelah libur Lebaran. []







