JAKARTA—Upaya Fransisca Natalia Widowati untuk memproduksi madu dengan tidak dipasteurisasi dan tanpa zat aditif mampu menjaga kandungan vitamin, enzim dan nutrisi dalam madu dengan baik.
Dengan brand PT Beema Boga Arta, Fransisca memproduksi langsung madu murni yang ada di hutan dan kebun yang ada di Indonesia.
Meskipun madu alami, BeeMa Honey memiliki keunikan rasa masing-masing yang dipengaruhi dari sumber madu tersebut. Di antaranya varian Java Forest merupakan madu yang dipanen dari hutan di Jawa Tengah.
“Lalu ada juga Coffee Blossom di mana madu ini kami panen dari kebun kopi yang ada di Jawa Tengah juga, selain itu juga ada varian Durian Blossom, Cotton Blossom, Rambutan Blosson, Cajuput Cinnamon, Black Forest, Jawa Trigona, Bee Polen, Black Garlic Honey, Detox Charcoal Honey, dan Raw Honeycomb,” papar Fransisca dalam keterangan persnya, Selasa (20/12/20).
Perempuan kelahiran Semarang 22 Desember1975 ini mengawali bisnis madu berkualitas premium pada 2017. Produknya ternyata laris manis dengan cara pemasaran melalui edukasi pada konsumen dengan melakukan pendekatan dengan kalangan terbatas, seperti Komunitas pencinta makanan organik.
Fransisca menggandeng empat sentra peternak lebah di lereng Gunung Muria, Ja-Teng. Cara mendapatkan varian rasa unik. Misalnya Jika sedang musim rambutan, semua kotak lebah diletakkan di kebun rambutan ketika bunga rambutan hendak berbunga.
Seperti dikutip dari Swa, pemasaran yang dilakukan Sarjana Teknik Arsitektur di sebuah universitas di Semarang ini tidak saja di toko ritel modern (Ranchmarket di Jakarta, Surabaya, dan Malang; Mal Aeon di BSD, Tangerang; Pepito Market, Bali; Hi Organik, Makassar; Juragan Organik, Surabaya; Almond Factory, Aceh tetapi juga di Kopi Ketjil di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, serta e-commerce, seperti Shopee, Tokopedia, atau Blibli.
Beberapa waktu lalu Kementerian Perindustrian menginisiasi program Indonesia Food Innovation (IFI) 2020 untuk memacu pelaku industri kecil dan menengah (IKM) sektor pangan agar lebih kreatif melakukan terobosan baru. Salah satu kategori dalam IFI 2020 adalah End Product yang diikuti oleh produk-produk pangan siap konsumsi dengan berbagai inovasi.
Beema Boga Arta menjadi salah satu pemenang IFI 2020 adalah PT Beema Boga Arta, produsen madu organik Indonesia yang berhasil menyabet peringkat ke-2 pada kompetisi IFI 2020 dengan kategori End Product.
“IFI merupakan program akselerasi bisnis bagi IKM pangan terpilih yang mempunyai inovasi produk dan/ atau proses dan berbahan baku utama sumber daya lokal agar siap menjadi industri pangan yang marketable, profitable, dan sustainable,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih.
Dirjen IKMA berharap, IFI 2020 dapat mengakselerasi peningkatan daya saing IKM pangan di tanah air untuk terus berinovasi sehingga kompetitif di kancah domestik hingga global. Apalagi, jumlah IKM pangan saat ini mencapai 1,86 juta unit usaha atau 43,41% dari total unit usaha IKM di Indonesia.








