hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Bedakan OK OCE Dampingi UMKM untuk Pengemasan Produk

JAKARTA—OKE OCE Kemanusiaan meluncurkan Program Bedah Kemasan (Bedakan)  bertujuan untuk membantu atau mendampingi UMKM dalam mempercantik kemasan untuk setiap produk yang akan dipasarkan.

Founder OK OCE Indra Uno dan praktisi branding Subiakto Priosoedarsono meluncurkan program ini.  Sambutan peserta begitu membuat program ini akan dilaksanakan beberapa kali. Salah satunya akan menghadirkan Sandiaga Salahuddin Uno, Menparekraf RI yang juga Founder OK OCE.

Program ini diselenggarakan oleh Seeker Revolution setiap bulan pada pekan ke-2 dan termasuk dalam rangkaian acara virtual business gathering OK OCE atau T3 pendampingan pada kurikulum 7 TOP.

Ketua OK OCE Kemanusiaan Salma Khabibi mengatakan suatu kemasan pada produk dapat dikatakan murah bila kemasan tersebut memiliki harga maksimum 10% dari harga jual produk.

“Sebagai contoh, jika suatu produk memiliki harga jual sebesar Rp65.000,00 dan harga dari kemasan produk adalah sebesar Rp3.400,00, maka kemasan dari produk memiliki harga yang murah dan sepadan,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Kamis (19/8/21).

Konsep gathering atau meeting Program Bedakan (Bedah Kemasan) ini dapat diikuti oleh setiap peserta dalam platform zoom yang telah ditentukan, dimana setiap peserta wajib memasang foto profil kemasan produk masing-masing. Kemudian, 10 peserta yang beruntung akan mendapatkan 100 pcs kemasan gratis.

Selain itu, pada program ini, setiap peserta akan dialihkan ke suatu breakout room zoom yang terdapat satu coach atau mentor. Setiap mentor akan memilih satu peserta yang akan didampingi lebih lanjut.

Sementara Owner depokemasan.id Arwan Sirefar  memaparkan bahwa kemasan dinilai penting berdasarkan empat aspek yaitu collection, convenience, communication, dan protection.

Aspek collection berkaitan dengan kemampuan kemasan untuk mewadahi suatu produk agar tidak tercecer atau tumpah. Kemudian, kemasan pun harus memenuhi kenyamanan atau kemudahan (convenience) penggunaan bagi konsumen.

Selain itu, kemasan perlu memuat suatu informasi atau komunikasi mengenai produk didalamnya, bahan dari produk, dan perusahaan yang memproduksi. Untuk aspek yang terakhir ialah protection, dimana kemasan harus melindungi dan mengawetkan produk di dalamnya dari segala kerusakan.

Kontribusi biaya suatu perusahaan terhadap pembelian kemasan untuk produk yang akan dijual cenderung rendah, namun kemasan ini dapat mempengaruhi performansi produk yang dijual dan citra perusahaan.

“Terdapat hubungan keterkaitan antara kemasan dengan seluruh lini departemen dari perusahaan. Hal ini dikarenakan oleh kemasan akan berubah menjadi waste (sampah) ketika penggunaan suatu produk telah berakhir,” papar Arwan.

Arwan menambahkan bagaimana cara memilih kemasan untuk produk yang akan dijual. Pemilihan kemasan produk ini harus memberikan kenyamanan bagi Brand Owner dan Konsumen.  Ada delapan hal yang baru diperhatikan seperti Use, Display, Reclosing, Stacking, Distribution, Dispensing, Opening, dan Handling.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate