BANYUMAS—Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan (Kemendag) Didi Sumedi melepas ekspor gula kelapa asal Banyumas senilai satu juta euro atau setara Rp16,1 miliar ke Spanyol.
Pelepasan ekspor itu difasilitasi Atase Perdagangan Madrid kepada CV Realsa Natural Indonesia yang bekerja sama dengan Four Trade B.V dari Spanyol.
Rencananya, ekspor gula kelapa asal Banyumas ke Spanyol berkelanjutan dengan jumlah pemesanan 24 kontainer setiap tahunnya. Produk gula kelapa itu nantinya akan dipasarkan salah satu perusahaan ritel terbesar yang memiliki lebih dari enam ribu cabang di seluruh Spanyol.
“Kami berharap nilai dan jumlah pemesanan akan terus meningkat seiring dengan semakin tingginya permintaan konsumen di Spanyol nantinya,” kata Didi.
Untuk itu para pelaku usaha gula kelapa harus menjaga kualitas dan terus meningkatkan daya saing untuk memanfaatkan peluang peningkatan ekspor yang sudah terbuka lebar.
Sementara itu, Atase Perdagangan Madrid Novita Sari mengatakan, proses seleksi pembelian gula kelapa ke Spanyol cukup panjang. Menurut Novita, pihak importir sangat ketat memastikan produk gula kelapa Indonesia memenuhi kriteria sesuai dengan permintaan konsumen di Spanyol.
Novita berharap ekspor gula kelapa asal Banyumas tersebut menjadi titik awal peningkatan ekspor produk Indonesia ke Spanyol.
Pembeli gula kelapa dari Spanyol telah melakukan kontak dengan perusahaan Indonesia sejak pelaksanaan Trade Expo Indonesia Virtual Expo (TEI-VE) 2020.
“Seleksi untuk memenuhi kriteria konsumen Spanyol melalui proses yang cukup panjang karena produk gula kelapa tersebut akan dipasarkan di ritel terbesar Spanyol. Sehingga, transaksi ekspor baru terealisasi,” ujar Novita.
Agencia Tributaria, mengungkapkan data statistik bahwa ekspor produk gula dengan HS 170290 (sugar, nesoi, including invert sugar and invert syrup) dari Indonesia ke Spanyol pada periode Januari–September 2021 tercatat sebesar 276,887 dolar AS atau naik sebesar 181,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.





