TANGERANG—-Wajah Kamad (21) tak bisa menyembunyikan kegembiraan, ketika menerima kursi roda dari Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI). Ini kursi roda kedua yang diberikan kepada penderita disabilitas di Desa Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang ini.
Kursi roda pertama yang diberikan pada 2016 silam tergolek di sisi kamar ranjang Kamad. Rupanya kondisinya sudah tak berfungsi dengan baik. Jok kursi sudah tak mampu menahan beban Kamad yang kian hari bertambah. Sementara engsel dan rodanya mulai banyak dimakan karat.
Kini Kamad kembali terseyum, ketika dia diminta Manajer Area 03 Ruslan Rohendi dan Manajer Kopsyah BMI Cabang Gunung Kaler Ahmad Safikri Batubara mencoba kursi roda barunya. Keduanya mewakili Kopsyah BMI menyerahkan kursi roda, Selasa (10/3/21).
“Ayo, Bang Kamad dicoba dulu kursi roda barunya,” ajak Safikri.
Saat dipapah untuk mencoba kursi barunya, tubuh Kamad makin bergeliat sembari menutupi wajahnya. Ia tampak segan mencoba kursi tersebut. “Kalau begitu, dia lagi malu. Tapi senang dapat kursi roda baru,” terang sang bibi Kamad, Waroh.
Waroh merupakan orang tua yang Kamad miliki saat ini. Hampir 15 tahun ia merawat keponakannya itu sejak kedua orang tua Kamad meninggal dunia. Bersama suaminya Syafei, Waroh merawat Kamad dengan penuh perhatian dan kasih sayang. Sama halnya dengan empat anaknya yang lain.
“Kamad sudah saya asuh waktu usia 7 tahun. Meski ponakan saya, Kamad saya perlakukan sama seperti anak saya sendiri,” ujar Waroh..
Kondisinya yang difabel tak membuat putra-putri Waroh menjauhi Kamad. Sama halnya dengan anak-anak yang lain, Kamad juga tidur satu dipan bersama para sepupunya tersebut.
Namun ketika beranjak remaja, perilaku Kamad berubah. Tempat tidurnya mulai terpisah. Kamad memilih sebuah tempat di belakang sumur rumah Waroh, menjadi kamarnya.
Waroh,yang juga anggota Kopsyah BMI mengucapkan rasa terima kasihnya yang dalam atas bantuan BMI yang kedua kali tersebut.
“Saya mewakili keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan ini. Bantuan ini sangat meringankan Kamad. Semoga berkah,” ujarnya.
Manajer Kopsyah BMI Cabang Gunung Kaler Ahmad Safikri Batubara mengatakan, pemberian bantuan kursi roda untuk meringankan beban Kamad. Kursi roda tersebut berasal dari dana Zakat, Infaq, Sedekah dan Wakaf (ZISWAF) Kopsyah BMI.
“Kami berharap dengan kursi roda ini, Kamad bisa melakukan aktivitasnya, meski hanya berjalan-jalan saja.Semoga bantuan ini mampu meringankan beban beliau dan bisa membantunya beraktifitas kembali,” terangnya.
Sementara Presiden Direktur Koperasi BMI Kamaruddin Batubara menjelaskan bahwa koperasi syariah memiliki perhatian dan tanggung jawab lebih besar kepada dhuafa dan saudara-saudara difabel.
“Koperasi syariah menurutnya bukan saja dilandasi oleh semangat keluargaan dan kegotong-royongan tetapi juga menjadi penyebar ibadah muamalah sebagai implikasi dari pelaksanaan ajaran Al Qur’an dan Al Hadist,” pesan Kamaruddin.








