
PeluangNews, Jakarta – Di tengah pertumbuhan industri kesehatan dan estetika yang kian dinamis di Indonesia, kebutuhan masyarakat terhadap layanan medis yang komprehensif, aman, dan ditangani langsung oleh dokter spesialis semakin mendesak. Menjawab kebutuhan tersebut, Bamed menegaskan posisinya sebagai penyedia Complete Medical Aesthetic and Wellness, Led by Specialists, dengan mengedepankan standar medis, pendekatan holistik, serta komitmen jangka panjang bagi keluarga Indonesia.
Komitmen itu tercermin dalam perjalanan 16 tahun Bamed yang konsisten menghadirkan layanan berbasis keilmuan dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan pasien. Salah satu wujud nyatanya adalah penandatanganan kerja sama antara Klinik BAMED dan Oligio (PT Sometech Indonesia) yang menandai peluncuran resmi teknologi Oligio di Klinik BAMED. Penandatanganan dilakukan oleh dr. Adhimukti T. Sampurna, Sp.D.V.E, Subsp. O.B.K, FINSDV, FAADV, Chief Medical & Ancillary Services Officer BAMED, bersama Mr. David Jo selaku Marketing Director PT Sometech Indonesia. Kolaborasi ini mempertegas langkah Bamed dalam menghadirkan inovasi berbasis medis sekaligus memperkuat edukasi publik mengenai layanan estetika dan wellness yang aman secara klinis.
Chief Executive Officer Bamed, dr. Yassin Yanuar Mohammad, SpOG, Subsp FER, MSc, menegaskan bahwa Bamed berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan yang mendukung kualitas hidup dan produktivitas keluarga Indonesia melalui pendekatan medis terukur, ditangani tim dokter spesialis, serta didukung teknologi terkini berbasis evidence-based medicine dengan akreditasi paripurna. Menurutnya, standar tersebut memungkinkan masyarakat memperoleh layanan berkualitas tanpa harus berobat ke luar negeri.
Sementara itu, Chief Business Marketing & Customer Management Officer Bamed, dr. Ratu Abigail Audity, BMedSc, MSi, menyoroti pentingnya peran media nasional di tengah derasnya arus informasi digital. Ia menekankan bahwa tidak semua informasi kesehatan yang beredar dapat dipertanggungjawabkan, sehingga edukasi berbasis data dan keilmuan menjadi krusial agar masyarakat tidak terjebak dalam keputusan medis yang keliru.
Dari sisi layanan, dr. Adhimukti T. Sampurna menjelaskan bahwa setiap inovasi di Bamed selalu berpijak pada etika medis dan hasil yang natural. Melalui tema Complete Medical Aesthetics and Wellness, Led by Specialists, Bamed ingin meluruskan pemahaman bahwa peremajaan kulit bukan sekadar anti-aging. Modern rejuvenation berfokus pada peningkatan kualitas kulit tanpa mengubah karakter wajah. Pasien tetap terlihat sebagai versi terbaik dirinya, bukan menjadi sosok yang berbeda.
Pendekatan tersebut bertumpu pada empat pilar Modern Skin Rejuvenation, yakni Structural Support, Pigment and Tone Correction, Texture and Skin Quality, serta Personalization and Safety. Pilar pertama dan kedua dipaparkan oleh dr. Riva Ambardina Pradita, Sp.D.V.E, yang menekankan bahwa proses penuaan terjadi tidak hanya di permukaan kulit, tetapi juga pada lapisan lebih dalam, termasuk penurunan kolagen, elastin, pergeseran bantalan lemak, serta melemahnya jaringan penopang seperti SMAS.
Karena itu, penguatan struktur kulit dari dalam menjadi kunci melalui teknologi energy-based lifting dan tightening. Salah satu teknologi terbaru yang dihadirkan adalah Oligio, perangkat monopolar radiofrequency untuk pengencangan kulit non-bedah. Energi panas terkontrol dihantarkan ke lapisan dermis untuk merangsang kontraksi serta pembentukan kolagen baru. Sistem pendingin terintegrasi menjaga kenyamanan pasien dan melindungi lapisan kulit terluar, dengan prosedur relatif cepat serta minim downtime.
Secara klinis, Oligio direkomendasikan untuk pasien dengan kekenduran ringan hingga sedang, seperti pada area pipi, garis rahang, lipatan nasolabial, dan leher. Efek pengencangan mulai terlihat sejak empat minggu dan berkembang hingga 24 minggu pascatindakan. Teknologi ini dapat digunakan sebagai terapi tunggal atau dikombinasikan dengan prosedur lain sesuai kebutuhan pasien.
Pilar ketiga dan keempat dipaparkan dr. Caroline Oktarina, Sp.D.V.E. Ia menjelaskan bahwa perbaikan tekstur dan kualitas kulit memerlukan pendekatan kombinasi, karena setiap teknologi memiliki target lapisan kulit berbeda. Kombinasi laser dan energy-based device memungkinkan hasil yang lebih menyeluruh, mulai dari warna, tekstur, hingga kekencangan kulit, dengan protokol yang dipersonalisasi.
Dalam konteks Personalization and Safety, dr. Caroline menegaskan pentingnya doctor-led decision. Analisis usia kulit, gaya hidup, karakteristik, hingga faktor etnis menjadi dasar penyusunan rencana perawatan. Penggunaan laser presisi seperti PicoSure Pro dan Revlite SI untuk koreksi pigmentasi dilakukan secara terukur agar warna kulit lebih merata dengan risiko minimal. Kombinasi tindakan lifting dan laser menghasilkan kulit yang tampak lebih sehat dan kenyal secara menyeluruh.
Pendekatan wellness turut diperluas melalui nutrisi gizi presisi yang dipaparkan dr. Karina Marcella, Sp.GK, AIFO-K. Ia menjelaskan bahwa penuaan berakar pada proses biologis tingkat sel yang dipengaruhi metabolisme dan inflamasi kronis. Asupan energi dan gula berlebih dapat mengaktivasi jalur insulin, IGF-1, serta mTOR yang mempercepat kerusakan sel. Sebaliknya, keseimbangan energi yang tepat mengaktifkan jalur AMPK dan sirtuin yang mendukung perbaikan DNA dan memperlambat penuaan.
Nutrisi anti-inflamasi dan antioksidan berperan menjaga regenerasi sel, mengendalikan inflamasi, serta melindungi jaringan dari stres oksidatif. Ia juga menyoroti pentingnya personalized nutrition berbasis evidence, mengingat setiap individu memiliki respons metabolik berbeda. Tren diet populer tidak selalu sesuai bagi semua orang, sehingga intervensi nutrisi harus disusun berdasarkan analisis medis yang tepat.
Dari sisi terapi komplementer, dr. Rina Nurbani, M.Biomed, Sp.Ak, menjelaskan bahwa akupunktur medik telah terintegrasi dengan kedokteran modern dan berbasis uji klinis ilmiah. Dalam praktiknya, akupunktur bekerja sebagai neuromodulasi melalui stimulasi titik tertentu yang memengaruhi neurotransmiter dan sistem saraf otonom.
Dalam konteks anti-aging, akupunktur berperan menekan stres oksidatif, meningkatkan keseimbangan neuroendokrin, mendukung fungsi imun, serta memperbaiki sirkulasi dan kolagenesis. Terapi ini juga membantu regulasi kortisol, kualitas tidur, serta metabolisme, sehingga tidak hanya berdampak pada kulit, tetapi juga kesehatan sistemik dan kualitas hidup secara keseluruhan.
Melalui integrasi estetika medis, nutrisi presisi, dan akupunktur medik, Bamed menegaskan komitmennya menghadirkan solusi anti-aging dan wellness yang aman, terukur, serta berkelanjutan. Setiap layanan dirancang berdasarkan analisis medis menyeluruh, teknologi terkurasi, dan keputusan klinis yang dipimpin langsung oleh dokter spesialis, dengan fokus pada kesehatan jangka panjang serta kualitas hidup pasien.








