YOGYAKARTA—Ketika mendirikan usahanya Bakmi Jawa Mbah Hardjo, Bambang Tri Mulyono di di Jalan Keloran No 8 Senggotan, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta itu memulai usahanya pada 2009 lalu, serupa dengan pengusaha bakmi Jawa lainnya.
Namun kemudian Bambang melakukan inovasi membuat inovasi produk bakmi Jawa kemasan kaleng yang mungkin menjadi yang pertama dan masih satu-satunya hingga saat ini.
“Kami ingin bakmi Jawa Mbah Hardjo ini bisa dinikmati semua konsumen di manapun ia berada. Jadi harus tahan lama. Hingga akhirnya tercipta formula ini dengan masa kadaluwarsa hingga 1 tahun. Dan sampai saat ini sudah ada 14 jenis makanan kaleng,” tutur Bambang dalam keterangan tertulisnya, Jumat (22/1/21).
Tidak cuma Bakmi Jawa, Bambang kemudian memasarkan menu lainnya seperti rica ayam kampung, sarden tuna, tengkleng domba, sate goreng domba, tongseng domba, dan domba lada hitam.
Dengan kemasan tahan lama ini, Bambang memasarkan produknya hingga ke wilayah di Indonesia. Salah satunya dengan bantuan media sosial dan marketplace dengan nama Bakmi Jawa Kaleng Mbah Hardjo.
Dengan inovasi yang dilakukan, ia mampu meraup omzet sekitar Rp 50-60 juta perbulannya. Dengan dibantu oleh 7 orang ibu rumah tangga, Bambang mampu memenuhi permintaan pasar dengan tetap mengimplementasikan ESG dibidang sosial.
Namun pandemi Covid-19 juga berimbas pada bisnisnya seperti pelaku UMKM lainnya. Beragam cara dilakukan untuk dapat bertahan dalam kondisi sulit saat ini. Pertamina melalui Program Kemitraan hadir untuk menjembatani dengan sejumlah program agar UMKM bisa bangkit dan naik kelas.
Ketenunannya membuat Pertamina melirik Bakmi Jawa Mbah Hardjo ini untuk didampingi, kini usahanya berlangsung normal.
“Produk saya ini juga semakin dikenal banyak pelanggan bukan hanya di sekitar Yogyakarta saja, tapi di Jakarta dan kota-kota lainnya bahkan sudah sampai Jeddah, Arab Saudi, berkat pameran UMKM yang disponsori oleh Pertamina di sana,” ujar peserta Pertamina UMKM Academy: Fast Track ini. Dia dianggap lulus dan naik kelas.
Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina, Agus Suprijanto menambahkan, Pertamina mengapresiasi inovasi unik yang dilakukan Bambang. Menurutnya, hal itu dapat meningkatkan daya saing produk dan membuat UMKM itu naik kelas.
“Terpenting usaha ini telah banyak membantu banyak orang melalui lapangan pekerjaan yang disediakan. Sehingga dapat menjadi salah satu implementasi poin 8 SDGs,” tutupnya.








