PeluangNews, Jakarta – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang menegaskan, pihaknya hingga saat ini belum melakukan kerja sama dengan Perum Bulog terkait penyediaan beras untuk makan bergizi gratis (MBG).
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), lanjutnya, masih memiliki kebebasan untuk membeli beras sesuai kebutuhan masing-masing.
“Belum ada kerja sama dengan Bulog,” kata Nanik, Minggu (25/1/2026).
Dia mengungkapkan, saat ini juga belum ada sosialisasi dari Bulog mengenai penggunaan beras premium Bulog untuk kebutuhan MBG.
Meski begitu, Nanik menyebutkan setiap SPPG membutuhkan sekitar 2–3 kuintal beras per hari untuk menunjang program MBG.
Sebagai catatan, bahwa program MBG telah menjangkau 55,1 juta penerima manfaat dengan jumlah SPPG mencapai 19.188 pada 31 Desember 2025.
Bahkan terbaru jumlah SPPG telah mencapai 21.102 pada 19 Januari 2026 dan berpotensi melayani 59 juta penerima manfaat.
Perum Bulog memastikan beras premium milik Bulog akan digunakan untuk mendukung program MBG.
Pada Sabtu (24/1/2026), Dirut Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengutarakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan BGN terkait penyediaan beras untuk setiap dapur SPPG di daerah.
“Kami sudah rapat juga. Jadi beras premium Bulog, nanti juga akan digunakan sebagai beras MBG untuk dapur MBG di masing-masing daerah,” kata Rizal dalam konferensi pers di Bulog Business District, Jakarta Selatan.
Bulog menyampaikan BGN wajib menyerap beras Bulog. Kala itu, Bulog menyiapkan dua opsi penggunaan beras untuk MBG, yakni kualitas premium dan medium.
“Jadi sesuai dengan Inpres [Instruksi Presiden], Bulog itu menyiapkan bahan dasar, khususnya beras. Dan di Inpres itu tertuang wajib bahwa BGN untuk menyerap beras Bulog. Kami Bulog menyiapkan ada dua opsi, baik beras premium maupun beras medium,” ujar Rizal saat ditemui di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (2/10/2025).
Bulog menyerahkan penggunaan kualitas beras dengan mengikuti keputusan BGN. Pihaknya memastikan akan menyajikan beras Bulog yang memenuhi syarat dan layak konsumsi untuk mendukung program MBG. []








