SLEMAN—Berada di spot kawasan Depok, Sleman yang menjadi barometer kuliner dan dikelilingi brand-brand yang sudah mapan dan mempunya langganan abosolut, memicu semangat Thomas dan kawan-kawannya mendirikan rumah makan Ayam Bakar Hwuu’aah.
Thomas sendiri menjadi pelaksana di rumah makan ini untuk operasional, menu dan standarnya hingga mengelola SDM. Formasi rumah makan ini digawangi 7 orang, dengan kapasitas masing-masing.
Kuliner menawarkan menu utama ayam ungkep dengan rempah Jawa hingga 13 jenis dengan ekstrak kaldu ayam, tetapi juga dengan rasa beraneka ragam jenis, dari Sabang hingga Merauke. Hwuu’ah sendiri berkonotasi pedas habis, salah satu rasa yang ditawarkan.
Hasilnya hidangan ayam gurih dan manis, juga pedas. Bahkan tulangnya pun lunak hingga bisa di makan. Per porsi bandroll rata-rata Rp17 ribu.
Sambutan pasar ternyata meriah pada hari ketiga, Rumah Makan Ayam Bakar Hwuu’aah meraup omzet Rp1 juta. Kemudian meningkat menjadi Rp2 juta dan di akhir pekan menembus Rp3 juta.
“Kami lahir di masa pandemi berbekal keyakinan dan konsep comot sana, comot sini, lalu modofikasi. Modal awalnya Rp175 juta, meliputi inventory, interior dan eksterior, ” ujar Thomas kepada Peluang, Rabu (24/2/21).
Thomas mengakui usaha ini terbantu dengan layanan kuliner dengan kontribusi 20 hingga 30 persen. Dia berharap ke depannya rumah makan ini berkembang dan bisa dinikmati semua kalangan. “Kami terbuka untuk semua kerja sama bagi mereka yang ingin buka cabang,” pungkasnya (Van).








