hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
UMKM  

Asistensi Ekspor Bea Cukai Perkuat Daya Saing UMKM Lokal

Ilustrasi: Istimewa

PeluangNews, Jakarta – Peningkatan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk masuk ke pasar ekspor menjadi salah satu fokus Bea Cukai dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui berbagai program asistensi dan pendampingan, Bea Cukai terus mendorong pelaku UMKM di daerah agar siap bersaing di pasar internasional.

Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, menegaskan bahwa penguatan ekspor UMKM merupakan bagian dari strategi pembangunan ekonomi yang inklusif. “UMKM memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak ekspor nasional. Kami hadir untuk memastikan pelaku UMKM mendapatkan pendampingan yang tepat agar siap bersaing di pasar global,” ujarnya.

Tim Klinik Ekspor Bea Cukai Pematangsiantar melaksanakan asistensi kepada UMKM pengolahan kopi, Brewhaven Coffee Roastery, yang berlokasi di Komplek Megaland, Pematangsiantar, Senin (26/01)

Salah satu bentuk pendampingan tersebut dilakukan Tim Klinik Ekspor Bea Cukai Pematangsiantar yang pada Senin (26/01) memberikan asistensi kepada Brewhaven Coffee Roastery. UMKM yang berlokasi di Komplek Megaland, Pematangsiantar ini bergerak di bidang pemanggangan biji kopi mentah menjadi biji kopi siap seduh dengan berbagai varian dan karakter rasa.

Dalam asistensi tersebut, tim memberikan pendampingan terkait pemenuhan dokumen ekspor, pemahaman ketentuan teknis, serta edukasi mengenai regulasi kepabeanan yang harus dipenuhi sebelum melakukan kegiatan ekspor.

Budi Prasetiyo menjelaskan, Program Klinik Ekspor disusun dengan pendekatan berbasis tingkat kesiapan UMKM. Pendampingan diberikan mulai dari pelaku usaha yang masih dalam tahap rintisan hingga UMKM yang telah siap atau bahkan sudah menembus pasar ekspor. “Pendekatan ini dilakukan agar pendampingan lebih tepat sasaran dan benar-benar menjawab kebutuhan pelaku usaha,” ujarnya.

Kegiatan asistensi juga dilaksanakan Bea Cukai Kudus di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Melalui peran industrial assistance, Bea Cukai Kudus melakukan penggalian potensi UMKM sekaligus memperkuat pemahaman pelaku usaha terhadap ketentuan kepabeanan, khususnya di bidang ekspor.

Dalam kegiatan tersebut, Bea Cukai Kudus mengunjungi tiga UMKM unggulan, yakni Tenun Troso Yudistira, Tenun Kain Ratu, dan Jaha Furniture. Kunjungan dilakukan untuk mengidentifikasi potensi ekspor, mengetahui kendala yang dihadapi pelaku usaha, serta memberikan pendampingan terkait prosedur dan persyaratan ekspor.

Budi menuturkan bahwa pendampingan sejak tahap awal sangat penting agar proses ekspor dapat berjalan lancar dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan pemahaman regulasi yang baik, UMKM diharapkan mampu meminimalkan hambatan administratif sekaligus meningkatkan kesiapan untuk memasuki pasar global. “Kami mendorong UMKM untuk tidak ragu memanfaatkan fasilitas dan layanan kepabeanan yang tersedia,” katanya.

Ke depan, Bea Cukai akan terus memperluas pelaksanaan asistensi ekspor di berbagai wilayah untuk menggali potensi industri lokal yang memiliki peluang menembus pasar internasional. Melalui pendampingan berkelanjutan dan penyampaian informasi yang akurat, Bea Cukai berharap UMKM Indonesia semakin kompetitif dan berkontribusi terhadap peningkatan kinerja ekspor nasional.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate