hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Aset Tembus Rp1,9 Triliun, KSP Balota Jadi Penopang Ekonomi Toraja Utara

Aset Tembus Rp1,9 Triliun, KSP Balota Jadi Penopang Ekonomi Toraja Utara
Kadiskoperindag dan UMKM Amos Harma Pattolo, SP,MM saat membuka RAT KSP Batola TA 2025, Sabtu (28/2/2026)/dok.peluanhgnews-Fauzi

PeluangNews, Toraja Utara – Pemerintah Kabupaten Toraja Utara mengakui keberadaan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Balota sebagai salah satu tulang punggung perekonomian daerah. Nilai aset koperasi ini bahkan hampir dua kali lipat dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Toraja Utara.

Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan UMKM Toraja Utara, Amos Harma Pattola, menyampaikan apresiasi tersebut saat membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 KSP Balota di Aula KSP Balota, Rantepao, Sabtu (28/2/2026).

“Tadi disampaikan Ketua KSP Balota, Bapak Dedi Bongga, bahwa aset tahun buku 2025 hampir mencapai Rp2 triliun. Ini jumlah yang sangat besar. APBD Toraja Utara hanya separuhnya. Kami tidak berkecil hati, justru bersyukur karena ada KSP Balota,” ujarnya.

Menurut Amos, besarnya aset tersebut mencerminkan perputaran uang yang signifikan di wilayah Toraja, sekaligus menjadi indikator pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menilai, eksistensi KSP Balota yang lahir sebelum Indonesia merdeka dan tetap bertahan hingga kini menjadi bukti nyata kontribusi koperasi terhadap pembangunan Toraja.

Aset Tembus Rp1,9 Triliun, KSP Balota Jadi Penopang Ekonomi Toraja Utara
dok.peluangnews.id

Selain dikenal sebagai destinasi wisata nasional, Toraja juga memiliki kebanggaan di sektor koperasi. KSP Balota tercatat masuk dalam jajaran 10 besar dari 100 koperasi besar di Indonesia. Pada akhir 2025, tim Kementerian Koperasi juga memberikan penilaian “sehat” bagi KSP Balota.

“Koperasi Balota menjadi standar bagaimana koperasi seharusnya dikelola,” tegas Amos.

Sementara itu, Ketua Pengurus KSP Balota, Dedi Bongga, dalam laporan pertanggungjawabannya menyampaikan bahwa hingga 31 Desember 2025 jumlah anggota telah mencapai 63 ribu orang. Aset koperasi menembus Rp1,9 triliun dengan jaringan 56 cabang yang tersebar di tujuh provinsi.

Ia mengungkapkan, capaian tersebut bahkan melampaui target Rencana Strategis (Renstra) yang semula ditetapkan hingga 2028 sebesar Rp750 miliar.

“Pertumbuhan ini bukan sekadar angka, melainkan refleksi dari kepercayaan anggota yang terus terjaga. Yang mengembangkan koperasi ini bukan orang lain, tetapi anggotanya sendiri. Rasa memiliki itu yang kami rawat dari generasi ke generasi,” ujar Dedi.

Berawal dari sembilan pemuda dengan modal 25 Florin pada era kolonial, KSP Balota kini tumbuh menjadi koperasi dengan puluhan ribu anggota dan aset triliunan rupiah. Transformasi tersebut menunjukkan bahwa koperasi yang dibangun di atas nilai, keberanian, dan konsistensi mampu melampaui zaman dan tetap relevan.

Dedi menegaskan, fondasi utama keberlanjutan koperasi adalah spiritualitas.

“Yang utama adalah membangun spiritualitas. Ketika kita masih menomorsatukan Tuhan dalam setiap langkah, maka tidak mudah melakukan hal-hal yang menyimpang,” tuturnya.

Selain itu, kepatuhan terhadap regulasi menjadi pilar penting dalam tata kelola koperasi. Mulai dari undang-undang perkoperasian, peraturan pemerintah, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), hingga keputusan RAT sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi.

“Pengurus hanya menjalankan keputusan RAT dan aturan yang berlaku. Kepatuhan itu yang kami jaga secara konsisten,” pungkasnya. (Aji)

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate