hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Aset Kopdit Obor Mas Tembus Rp1 Triliun.

MAUMERE—Menguatnya kepercayaan anggota serta dukungan program pembiayaan yang intensif,  berimplikasi positif terhadap kinerja usaha Koperasi Kredit Obor Mas. Hingga akhir 2020 asetnya melewati satu triliun, pinjaman beredar Rp 782,4 miliar dengan anggota 102.508 orang.

Pencapaian positif itu disampaikan Ketua Kopdit Obor Mas Andreas Mbete dalam Rapat Anggota Tahunan Tahun Buku 2020 Kopdit Obor Mas, Senen (31/5/21) di Maumere, Kabupaten Sikka, NTT. RAT ke XXXVII itu dibuka oleh Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diego didampingi Deputi Perkoperasian Kemenkop UKM Ahmad Zabadi.

“Pencapaian aset Rp1,02 triliun lebih menjadi rekor terbesar dalam sejarah Kopdit Obor Mas. Semua ini berkat kerja keras pengurus, pengawas dan menjemen serta partisipasi anggota. Semoga tahun buku 2021 dan seterusnya total aset Obor Mas terus bertambah dan semua anggota dapat sejahtera,” kata Andreas.

Secara khusus Ahmad Zabadi dalam sambutannya memberikan apresiasi atas keberhasilan Kopdit Obor Mas yang tidak hanya bertahan di tengah pandemi covid-19 tetapi malah mampu menoreh kinerja unggul.

Untuk meningkatkan pencapaian tersebut Zabadi meminta agar Kopdit Obor Mas terus mengembangkan sektor-sektor usaha dengan melakukan Spin Off.

“Ke depan jangan hanya bermain di simpan pinjam tetapi juga harus segera bergerak di sektor rill dengan mengembangkan beberapa Koperasi yang sesuai dengan usaha anggota serta potensi anggota sehingga kedepan Obor Mas bisa menjadi Holding,” katanya.

Langkah menuju spin- off lanjutnya, agar Koperasi dapat memenuhi kebutuhan anggota dengan membeli produk anggota sendiri serta dapat menciptakan lapangan kerja sehingga dapat memerangi tingkat kemiskinan di NTT.

Zabadi juga menambahkan pengembangan yang dilakukan oleh Kopdit Obor Mas sejalan dengan strategi pengembangan Koperasi oleh pemerintah yaitu  melakukan transformasi koperasi simpan pinjam masuk ke sektor rill yakni sektor perumahan dan usaha jambu mente.

Untuk mendorong dan membantu anggota meningkatkan usahanya , Obor Mas kini telah menyiapkan aplikasi chatat.id yang memudahkan pelaku UMKM  mencatat seluru perkembangan keuangan dan juga dengan Digitalis King untuk membuat market place yang membantu anggota UMKM mempromosikan hasil produksinya.

Sementara Bupati Sikka yang akrab dipanggil Robby Idong mengatakan kontribusi koperasi terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sikka cukup signifikan.

“Lebih dari 60 persen penduduk Sikka adalah anggota koperasi, karenanya beralasan jika kami memberikan perhatian khusus kepada koperasi agar mampu mengangkat daerah ini sejajar dengan daerah lain,” ujarnya.

Idong meminta spin-off yang akan dilakukan Kopdit Obor Mas seyogyanya mengedepan usaha baru berbasis koperasi. Upayakan membentuk usaha baru dengan badan hukum koperasi, jangan lagi persero atau PT agar koperasi semakin bermartabat, pemerintah daerah siap memfasilitasi,” pungkasnya.

Imbauan Robby Idong ditanggapi antusias oleh peserta RAT yang mewakili anggota dari 16 cabang Kopdit Obor Mas yang tersebar di daratan Flores dan Lembata. Salah satu keputusan penting dari hasil RAT tersebut adalah menyegerakan spin-off disamping ekspansi pembukaan enam cabang baru di daratan pulau Timor. (Van/Irm)

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate