
PeluangNews, Jakarta – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan arus mudik Lebaran 1447 Hijriah berjalan terkendali. Hal ini didukung kesiapan operasional serta koordinasi lintas pemangku kepentingan di 15 lintasan nasional yang dipantau, dengan total penumpang mencapai 2.596.597 orang.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, dalam keterangan persnya, di Jakarta, yang dikutip Senin (23/3/2026) menyampaikan, secara kumulatif sejak H-10 hingga hari H Lebaran, jumlah penumpang meningkat 5,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat 2.463.910 orang.
Sementara itu, total kendaraan yang diangkut mencapai 667.526 unit atau naik 7,2 persen dari 622.604 unit pada tahun sebelumnya.
Pada periode harian (H) 21 Maret 2026, jumlah penumpang tercatat 156.838 orang, meningkat 1,7 persen dibandingkan 154.237 orang tahun lalu. Adapun jumlah kendaraan mencapai 40.066 unit atau naik 0,6 persen dari 39.811 unit.
Heru menegaskan, meskipun terjadi lonjakan mobilitas masyarakat, layanan penyeberangan tetap berjalan lancar dan terkendali. ASDP menjaga kualitas layanan melalui peningkatan kapasitas operasional, penguatan layanan, serta koordinasi intensif antar-stakeholder, dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa.
Lintasan Jawa–Sumatra–Bali masih menjadi koridor tersibuk dan paling vital. Untuk menjaga kelancaran arus, ASDP melakukan penyesuaian pola operasi kapal, memastikan kesiapan personel, serta menerapkan rekayasa lalu lintas seperti pengalihan kendaraan dan delaying system di sejumlah buffer zone.
Dalam mengantisipasi arus balik, ASDP mengoptimalkan distribusi kendaraan melalui Pelabuhan BBJ Bojonegara bagi kendaraan golongan VIB, VII, VIII, dan IX pada periode 23–29 Maret 2026. Sementara kendaraan lainnya, termasuk sepeda motor, tetap dilayani melalui Pelabuhan Merak.
Pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) juga diterapkan secara dinamis guna mempercepat proses bongkar muat dan menjaga rotasi kapal tetap optimal. Selain itu, penguatan kendali operasional berbasis real time dilakukan melalui Port Operational Control Center di lintasan Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menambahkan kesiapan arus balik terus diperkuat. Hingga periode H sampai H+10, ketersediaan tiket di lintasan Jawa–Sumatera dan Jawa–Bali masih mencapai 98,66 persen.
Masyarakat diimbau merencanakan perjalanan lebih awal, membeli tiket melalui Ferizy sejak H-60, memastikan data penumpang sesuai, serta datang ke pelabuhan tepat waktu.
ASDP juga mendorong pemanfaatan program stimulus berupa diskon tarif yang masih tersedia luas. Sejak 12 Maret 2026, program ini telah dimanfaatkan lebih dari 1,06 juta pengguna jasa, dengan potongan hingga 100 persen tarif jasa pelabuhan atau sekitar 21,9 persen dari total tarif.
Hingga 21 Maret 2026 pukul 23.59 WIB, realisasi penyerapan stimulus mencapai Rp14,5 miliar atau 40,84 persen dari target, dengan jumlah pengguna jasa mencapai 62,36 persen. Perbedaan persentase ini dipengaruhi variasi jenis kendaraan dan lintasan.
Program stimulus tersebut berlaku di tujuh lintasan dan 14 pelabuhan, antara lain Merak–Bakauheni, Ketapang–Gilimanuk, Lembar–Padangbai, Kupang–Rote, Kupang–Kalabahi, Kupang–Hansisi, serta Galala–Namlea.
Baca Juga: Arus Mudik 2026, Penumpang Bandara Capai 4,41 Juta
Selain itu, kebijakan single tarif di Pelabuhan Bakauheni diterapkan pada 23 hingga 31 Maret 2026 untuk menjaga kelancaran arus balik.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat, ASDP menegaskan komitmennya untuk terus menjaga layanan penyeberangan tetap lancar, aman, dan nyaman, khususnya selama periode arus balik Lebaran 2026. (Aji)





