hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Arus Logistik di Pelabuhan Meningkat pada Awal 2026

Pelabuhan Tanjung Priok/ Foto: Ist

PeluangNews, Jakarta – Awal tahun 2026 dibuka dengan kinerja positif sektor kepelabuhanan. Pelindo Regional 2 mencatat pertumbuhan arus kapal, barang, dan peti kemas di sejumlah pelabuhan utama hingga Januari 2026.

Realisasi arus kapal telah mencapai 2,18 persen dari Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). Executive Director 2 Pelindo Regional 2, Budi Prasetio, menyebut capaian ini mencerminkan meningkatnya aktivitas logistik dan perdagangan, baik domestik maupun internasional.

“Mengawali tahun 2026 di bulan Januari, arus kapal telah mencapai 2,18 persen dari RKAP. Arus barang tumbuh 1,25 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan telah mencapai 7,35 persen dari target RKAP, sementara arus peti kemas meningkat 4,53 persen secara tahunan,” ujar Budi dalam keterangan tertulis, Jumat (13/2).

Pertumbuhan arus kapal terjadi di berbagai cabang. Di wilayah Banten, kenaikan didorong aktivitas di dermaga non-umum seiring meningkatnya trafik kapal dari kawasan industri Indah Kiat dan Bojonegara.

Di Palembang, lonjakan kunjungan kapal terjadi di dermaga umum akibat bertambahnya kapal luar negeri ber-GT besar. Selain itu, aktivitas tongkang dan tug boat pengangkut batu bara turut mendorong peningkatan di dermaga non-umum.

Sementara itu, Pontianak mencatat peningkatan arus kapal di Terminal Kijing. Pertumbuhan ini ditopang ekspor CPO dan turunannya ke Tiongkok, distribusi alumina ke Kuala Tanjung, serta pergerakan bauksit domestik. Aktivitas kapal roro domestik juga bertambah melalui tambahan call kapal di rute Marunda.

Dari sisi arus barang non-petikemas, tren kenaikan terlihat di Pelabuhan Tanjung Priok, terutama pada komoditas curah kering di Kade Sarpindo dan Bogasari.

Pontianak juga mencatat kenaikan signifikan pada komoditas bauksit, alumina, serta curah cair produk sawit dan bahan kimia. Adapun di Panjang, pertumbuhan berasal dari curah cair turunan CPO, FAME, molases, serta ekspor palm kernel expeller.

Arus peti kemas meningkat 4,53 persen dibandingkan Januari 2025. Peningkatan volume terjadi di Terminal NPCT1 melalui layanan internasional, di TPK Koja dengan tambahan kapal adhoc, serta di terminal peti kemas lainnya di Tanjung Priok yang didukung pertumbuhan volume dari berbagai shipping line.

Kinerja operasional juga menunjukkan perbaikan. Waiting Time for Pilot di Cabang Tanjung Priok hingga Januari 2026 tercatat 0,40 jam, lebih baik dibandingkan target anggaran 0,50 jam. Pencapaian ini didukung optimalisasi perencanaan operasional dan kesiapan layanan pandu.

Selain itu, kinerja bongkar muat curah cair dan curah kering di sejumlah terminal masuk kategori baik, ditopang kesiapan tangki timbun, kelancaran sistem pompa kapal, kecukupan armada truk, serta kesiapan kargo di stockpile.

Budi menegaskan, tren positif di awal tahun ini menjadi fondasi penting untuk menjaga momentum pertumbuhan sektor kepelabuhanan sepanjang 2026.

“Kami akan terus menjaga kualitas layanan dan keandalan operasional agar pertumbuhan ini berkelanjutan serta mampu mendukung kelancaran arus logistik dan perdagangan nasional,” ujarnya.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate