
PeluangNews, Jakarta – Kemacetan arus lalu lintas terjadi di ruas Astra Tol Cipali, Kamis (26/3/2026) siang.
Kepadatan kendaraan pemudik Lebaran terlihat di sekitar Kilometer 188 Palimanan, Kabupaten Cirebon. Antrean kendaraan pemudik yang hendak kembali ke Jakarta, mengular cukup panjang.
Kemacetan sudah terjadi di bawah tulisan “Selamat Datang di Astra Tol Cipali”. Antrean kendaraan memanjang hingga pintu masuk Tol Palimanan-Kanci (Palikanci) Jasa Marga di Km 189.
Pergerakan kendaraan di Km 188 juga terpantau sangat minim. Kendaraan kerap berhenti dalam waktu cukup lama di tengah kepadatan, sebelum kembali bergerak perlahan setelah beberapa menit.
Kemacetan terjadi setelah jalur A, yakni arah Jakarta menuju Jawa Tengah, kembali difungsikan normal pada Rabu (25/3/2026) pukul 17.45 WIB.
Jalur itu sempat digunakan untuk rekayasa lalu lintas sistem satu arah (one way). Kendaraan pemudik yang sebelumnya dapat melintas di jalur A kini kembali bertumpuk di jalur B arah Jakarta.
Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga puncak arus balik yang diprediksi terjadi pada akhir pekan, yakni Jumat – Minggu (29/3/2026).
Menurut Sustainability Management & Corporate Communications Dept Head Astra Tol Cipali, Ardam Rafif Trisilo, perlambatan arus di sejumlah titik disebabkan meningkatnya kendaraan yang berhenti di bahu jalan.
“Hal ini dipicu gangguan kendaraan maupun kelelahan pengemudi setelah menempuh perjalanan panjang dari arah timur menuju Jakarta,” kata Ardam dalam keterangan resminya.
Diungkapkan banyak pemudik memilih beristirahat di bahu jalan ataupun rest area saat memasuki ruas Tol Cipali.
Kondisi ini berkontribusi terhadap perlambatan arus lalu lintas. Guna menjaga kelancaran, Astra Tol Cipali bersama kepolisian memberlakukan sistem buka-tutup secara situasional di sejumlah rest area, baik arah Cirebon maupun arah Jakarta.
Untuk arah Cirebon, pengaturan dilakukan di rest area Km 86, Km 102, Km 130, dan Km 166. Sementara itu, arah Jakarta mencakup Km 164, Km 130, Km 101, dan Km 77.
Pengguna jalan diimbau tidak berhenti di bahu jalan atau memaksakan antre masuk rest area saat kondisi penuh karena berpotensi memicu kemacetan yang lebih luas.
Sebagai alternatif, pengguna dapat keluar sementara di gerbang tol terdekat untuk beristirahat di luar ruas tol.
Pengelola memastikan tarif tol tetap dihitung berdasarkan jarak tempuh sehingga tidak berubah meskipun pengguna keluar-masuk tol. []








