
PeluangNews, Jakarta – Umat Islam tengah merayakan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran di hari kedua Minggu (22/3/2026). Lalu lintas di jalan tol mulai terkendali alias lancar.
Namun, arus balik Lebaran sudah mulai tampak di jalan tol. Menurut Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, skema rekayasa lalu lintas berupa one way nasional akan diterapkan pada arus balik Lebaran mulai 24 Maret 2026.
Kebijakan tersebut diambil untuk mengurai potensi kepadatan kendaraan pada puncak arus balik.
“Korlantas Polri juga akan menerapkan skema one way nasional untuk arus balik yang direncanakan dimulai pada 24 (Maret 2026), sesuai arahan Kapolri dan hasil koordinasi dengan Menteri Perhubungan, Dirut Jasa Marga, serta Jasa Raharja,” kata Irjen Agus Suryonugroho dalam keterangannya, Minggu (22/3/2026).
Menurut Agus, penerapan one way nasional dilakukan berdasarkan hasil analisis dan evaluasi bersama sejumlah pemangku kepentingan.
Arus balik Lebaran tahun ini diperkirakan terbagi dalam dua tahap. Tahap pertama terjadi pada 23-24 Maret 2026. Sedangkan tahap kedua diprediksi berlangsung pada 28-29 Maret 2026.
Dia berharap dengan pola itu kepadatan lalu lintas dapat terurai dan perjalanan masyarakat tetap berjalan lancar.
Selain skema nasional, Korlantas juga telah menyiapkan langkah antisipatif sejak 22 hingga 23 Maret 2026, termasuk kemungkinan penerapan one way lokal secara bertahap di sejumlah titik rawan kepadatan.
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan perjalanan arus balik secara bersamaan pada tanggal puncak.
Agus menyarankan pemudik memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) guna mengatur jadwal perjalanan.
“Pemudik disarankan memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) dengan mengatur jadwal perjalanan kembali pada 26 hingga 28 Maret 2026,” ucap Kakorlantas Polri, menambahkan. []








