SIDOARJO—Kreativitas dan Inovasi Arif Anita Kusumawati patut diapresiasi. Jika orang umumnya membatik di atas media kain, maka pemilik UMKM Anita & Art Collection ini juga membatik di atas media kayu
“Saya sangat suka dengan perabotan rumah tangga. Jadi, selain membatik dengan media kain, saya juga bikin kayu batik untuk menghias rumah,” ujar Anita.
Karya seni batik kayu yang diciptakannya, antara lain, rono ukir, cermin, hiasan dinding, hiasan meja, dan kotak tisu. Seluruhnya dikerjakan di tempat tinggalnya di Taman Permata Indah, Jalan Raya Kalijaten, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Modal awal yang dikeluarkan Anita untuk memulai bisnis tersebut Rp500 ribu. Uang itu disisihkannya dari hasil mengajar les anak-anak. Dengan uang tersebut, dia membuka bisnis di rumahnya di kawasan Jalan Sepanjang, Taman, Sidoarjo.
Produknya dikerjakan secara otodidak. Pelanggan pertamanya adalah orang Jepang. Dari sana, permintaan terus berdatangan. Konsumennya datang dari orang-orang asing yang bekerja di Indonesia ataupun para ekspatriat. Hal itu memudahkan langkahnya untuk mengembangkan bisnis. Pada 2003, dia diundang ke Jepang oleh pengusaha kimono. Semenjak itulah, pesanan dan permintaan produk batiknya mengalir deras ke pasaran.
Tidak hanya warga secara individu saja yang tertarik dengan produk karya Anita, banyak hotel berbintang terutama di Surabaya banyak memakai produknya sebagai perabot hotel. Selain menguntungkan secara langsung, hal itu juga jadi media pemasaran pada pengunjung hotel. Berkat kerja kerasnya, ia mampu mendapatkan omzet sekitar Rp20 hingga 50 juta per bulan.
Puluhan tahun menyelami dunia seni batik membuat orientasi Anita tidak lagi semata-mata mengejar keuntungan. Dia ingin berkarya sambil mengajarkan batik kepada masyarakat luas.
’’Di rumah, saya bikin workshop karena memang suka mengajar. Apalagi, kepada anak-anak yang belajar membatik,’’ katanya. Upaya ini menjadi salah satu penerapan Environmental Social, and Governance (ESG) dibidang sosial.
Berrkat kreativitas dan inovasinya ini Anita menjadi salah satu mitra binaan Pertamina. Hal itu dikatakanSenior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina, Agus Suprijanto, Pertamina mendukung inovasi seperti yang dilakukan Anita.
Menurutnya, para UMKM harus terus berlomba menghasilkan produk yang tidak hanya bagus melainkan juga berbeda, agar lebih dilirik pelanggan.
“Dengan Inovasi itu dapat menjadikan UMKM tersebut lebih berkembang dan naik kelas, dan berimbas pada tersedianya lapangan kerja dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang merupakan implementasi SDGs point 8,” tutup Agus dalam keterangan tertulisnya, Jumat (22/1/21).








