dokter keuangan
dokter keuangan
octa vaganza

Argumen Ngelantur Harga Telur

PENJELASAN tentang meroketnya harga telur ayam oleh para menteri kabinet Joko-JK benar-benar bikin bingung masyarakat. Alasannya asal-asalan, dan cenderung miskin nalar. Disebutkan mulai dari ‘karena Piala Dunia sepak bola’ di Rusia, musim liburan panjang, hingga masuknya musim haji. Apa hubungannya alasan ngelantur kayak gitu dengan lonjakan harga telur?

Saya perhatikan, sudah beberapa kali Menteri Perdagangan menjelaskan kenaikan harga aneka kebutuhan pokok dengan argumen asal njeplak. Menyedihkan dan nggak mutu. Padahal, setahu saya, orang Cina umumnya kan relatif pintar-pintar. Jarang yang bodoh. Kok Enggartiasto Lukita yang politisi Golkar dan diangkat jadi menteri ini rada anomali ya?

Diam-dia saya mulai berpikir rada su’udzon. Apakah lonjakan harga berbagai kebutuhan pokok itu dibiarkan? Atau bahkan disengaja, by design? Impor gula berakibat stok gula lokal bertumpuk dan petani gula sekarat. Bawang putih, singkong, pacul, bahkan ikan asin pun diimpor. Ada apa? Bukankah ‘kebijakan’ berwatak pra-genosida kayak gini patut dikatakan mencurigakan?

Tolong deh tuan-tuan menteri hargai akal sehat rakyat. Tolong hormati akal sehat dengan berhenti melontarkan pernyataan tuan-tuan yang kerap menyakitkan. Terima kasih.

Maza Yudha

Kemayoran, Jakarta Pusat