JAKARTA-–Selambat-selambatnya pada April 2022 mendatang, perbaikan Jalan Tol Trans Sumatera ditargetkan selesai. Termasuk ruas Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agun dan Kayu Agung-Palembang-Betung harus kembali mulus lagi.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danang Parikesit mengatakan, seluruh ruas ini harus tuntas memenuhi standar pelayanan minimal (SPM) pada April 2022 hingga 100 persen
“Kami memberikan instruksi terkait penurunan jembatan di beberapa lokasi, seperti jembatan yang dibangun menggunakan tiang pancang dan timbunan yang sering kali volumenya tidak sama,” dalam jumpa pers, Senin (24/1/22).
Danang menjelaskan akan ada sejumlah teknologi yang akan dipakai dalam proses perbaikan ruas tol tersebut. Daerahnya memang dua ruas tol ini didominasi daerah berawa dan tanah lunak. Ada beberapa teknologi yang dipakai.
Di antara teknologi yang digunakan, ialah pengganti tanah dasar. Selanjutnya juga akan dilakukan vakum sehingga air di tanah berawa dapat dipompa ke luar sehingga membuat badan jalan kering hingga penggunaan tiang pancang.
Dia mengakui setiap teknologi mempunyai risiko. Vakum, misalnya bisa saja tidak sempurna seratus persen ketinggiannya hingga mengalami penurunan.
Sementara Juru bicara Kementerian PUPR Endra S Atmawidjaja menjamin tidak ada penutupan akses selama proses perbaikan dan pengguna jalan tol dapat melintas.
“Ini jalur vital logistik, tulang punggungnya Sumatera. Banyak komoditas yang diangkut juga,” ucap Endra.
Uji coba langsung jusudah dilakukan beberapa waktu lalu dengan kecepatan 80 kilometer per jam hingga 100 kilometer per jam. Kondisi jalan masih dapat dilalui walaupun kenyamanan berkurang.








