
PeluangNews, Jakarta – Di tengah ruang fiskal daerah yang semakin terbatas, pemerintah kabupaten dituntut lebih kreatif untuk tetap kompetitif. Salah satu strategi yang kini didorong adalah membangun narasi positif berbasis potensi lokal sebagai alat promosi ekonomi.
Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia resmi memulai rangkaian Pemilihan Putri Otonomi Indonesia (POI) 2026 melalui sosialisasi daring pada Kamis (2/4/2026). Ajang ini ditegaskan bukan sekadar kontes kecantikan, melainkan instrumen diplomasi ekonomi untuk mengangkat sektor pariwisata dan investasi daerah ke level nasional.
Sekretaris Jenderal Apkasi yang juga Bupati Minahasa Utara, Joune JE Ganda, menegaskan bahwa pemerintah kabupaten saat ini tidak bisa lagi hanya mengandalkan belanja daerah (APBD) sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi.
“Kabupaten adalah rumah bagi keindahan alam dan keragaman budaya Indonesia. Di tengah keterbatasan fiskal, kekuatan daerah ditentukan oleh kreativitas dan kepemimpinan. POI menjadi wajah otonomi daerah yang dinamis, di mana generasi muda berperan sebagai duta yang membangun narasi produktif tentang potensi lokal,” ujarnya.
Platform Promosi dan Inkubator Talenta
Direktur Eksekutif Apkasi, Sarman Simanjorang, menjelaskan bahwa POI yang kini memasuki tahun kelima telah berkembang menjadi panggung peluncur (launchpad) bagi talenta daerah.
Ia mencontohkan keberhasilan alumni seperti Firsta Yufi Amarta yang meraih juara pertama Putri Indonesia 2025, serta Karina Moudy yang kini melaju ke ajang nasional sebagai wakil DKI Jakarta.
Baca Juga: Kembali ke Akar, Karina Moudy Memohon Restu Apkasi Menuju Panggung Putri Indonesia 2026
“Sejarah mereka bermula dari daerah, dari panggung POI. Ini bukti bahwa talenta kabupaten punya daya saing tinggi jika diberi ruang. Kami ingin para putri daerah ini naik ke level maksimum, tidak hanya di dunia pageant, tetapi juga dalam kepemimpinan melalui program seperti ‘Sehari Menjadi Menteri’,” jelas Sarman.
Deli Serdang Jadi Tuan Rumah
Puncak perhelatan POI 2026 akan digelar di Kabupaten Deli Serdang yang ditunjuk sebagai tuan rumah malam grand final pada 3 Juli 2026.
Ketua TP PKK Deli Serdang, Jelita Asri Ludin Tambunan, menyatakan kesiapan daerahnya menyambut peserta dari seluruh Indonesia.
“Ini merupakan kehormatan bagi kami. Kami telah menyiapkan segala kebutuhan untuk menjadi tuan rumah yang baik sekaligus memberikan kesan mendalam bagi para peserta,” ujarnya.
Sementara itu, Juara POI 2025 asal Kabupaten Ogan Ilir, Salsa Melania Aquina, mengungkapkan dampak nyata dari jejaring POI melalui kampanye digital “Pesonaku Daerahku”. Menurutnya, kolaborasi antar-putri daerah mampu mendorong promosi pembangunan secara masif di media sosial.
Apkasi pun mengimbau seluruh pemerintah kabupaten melalui dinas terkait, seperti pariwisata, pemuda dan olahraga, serta TP PKK, untuk segera mengidentifikasi talenta terbaik di daerah masing-masing.
Partisipasi aktif daerah diharapkan menjadi momentum kebangkitan ekonomi kreatif yang inklusif—membuktikan bahwa Indonesia yang kuat memang berangkat dari daerah yang berdaya. (Aji)








