
PeluangNews, Jakarta – Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia (Apdurin) menegaskan komitmennya dalam menjaga iklim bisnis ekspor durian beku asal Indonesia ke pasar China dengan fokus utama pada konsistensi kualitas produk.
Sekretaris Jenderal Apdurin, Aditya Pradewo, menekankan bahwa kualitas merupakan faktor penentu keberlangsungan ekspor durian Indonesia. Oleh karena itu, pengawasan mutu harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari tingkat petani, proses pascapanen di rumah kemas, hingga tahap distribusi dan pengiriman ke negara tujuan.
“Kualitas produk adalah kunci utama. Maka dari hulu hingga hilir, seluruh rantai produksi harus menjaga standar mutu secara konsisten,” ujar Aditya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (8/1/2026).
Ia menjelaskan, upaya menjaga pasar ekspor harus dimulai dari peningkatan kapasitas petani dalam membudidayakan durian, penguatan pelaku usaha, serta penjaminan mutu yang berkelanjutan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendorong ekspor durian Indonesia yang tidak hanya berkesinambungan, tetapi juga memiliki nilai tambah.
Dalam konteks ini, Apdurin menegaskan peran strategisnya sebagai jembatan antara petani, pelaku usaha, dan pemerintah guna memastikan kesiapan industri durian nasional dalam menghadapi persaingan pasar global.
Menurut Aditya, keberhasilan ekspor perdana durian beku Indonesia merupakan hasil kerja kolektif seluruh pemangku kepentingan di sektor durian nasional. Capaian tersebut juga mencerminkan meningkatnya kepercayaan otoritas Cina atau Tiongkok terhadap sistem karantina dan jaminan mutu produk pertanian Indonesia.
“Ekspor ini menjadi bukti pengakuan terhadap sistem pengawasan dan kualitas produk durian Indonesia,” katanya.
Durian beku Indonesia dilaporkan telah tiba di Pelabuhan Qinzhou, Guangxi, Republik Rakyat Tiongkok, pada Selasa (6/1). Apdurin turut mengawal seluruh proses pengiriman, sejak keberangkatan dari Indonesia hingga produk tiba di negara tujuan.
Distribusi awal durian beku ke pasar Tiongkok ini menjadi tonggak penting dalam penguatan kerja sama perdagangan antara kedua negara. Proses ekspor tersebut merupakan implementasi protokol karantina durian beku yang telah disepakati secara resmi oleh otoritas Indonesia dan Tiongkok melalui serangkaian konsultasi teknis dan kerja sama bilateral selama beberapa tahun terakhir.
Melalui penerapan sistem ketertelusuran penuh, durian beku Indonesia dipastikan memenuhi standar keamanan pangan, kesehatan tumbuhan, serta kualitas produk sesuai persyaratan pasar Tiongkok.
Baca Juga: Indonesia Ekspor Perdana Durian Beku Asal Citeureup ke China
“Setibanya di Pelabuhan Qinzhou, kontainer durian beku diproses sesuai ketentuan kepabeanan dan pengawasan karantina yang berlaku,” ujar Aditya.
Ia menambahkan, masuknya durian beku Indonesia ke pasar ekspor Asia membuka peluang ekspansi bisnis industri durian nasional. Hal ini tidak hanya memperkuat posisi Indonesia sebagai pemasok produk hortikultura bernilai tambah, tetapi juga menandai fase baru realisasi dan perluasan pasar ekspor durian Indonesia.
“Capaian ini menunjukkan bahwa ekspor durian Indonesia telah melampaui tahap potensi dan mulai memasuki fase pertumbuhan yang nyata,” pungkasnya. (RO)
Baca Juga: Ekspor Durian Parigi Moutong Kembangkan Perekonomian Daerah








