hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Anomali Jahe, Produksi Surplus tapi Impor Jalan Terus

Pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perdagangan harus menerapkan ketentuan tarif jahe impor agar harganya tidak jauh berbeda dengan produksi jahe lokal. Yang paling bisa dilakukan adalah ketentuan tarif.

BADAN Karantina Pertanian Kementerian Pertanian RI memusnahkan 4 kontainer jahe dengan berat 108 ton. Jahe itu diimpor dari Myanmar dan Vietnam yang masuk lewat Pelabuhan Tanjung Priok. Pemusnahan dilakukan karena komoditas itu tidak memenuhi syarat: terkontaminasi tanah yang berpotensi membawa penyakit.

Berdasarkan data Kementan, masih ada 11 kontainer jahe impor asal India dan Myanmar yang belum dimusnahkan. Jahe impor tersebut milik beberapa perusahaan, dengan rincian PT Indopak Trading sebanyak sembilan kontainer (sekitar 234 ton), PT Mahan Indo Global memiliki satu kontainer (27 ton) dan CV Putra Jaya Abadi miliki satu kontainer (27,9 ton).

Pembahasan jahe ini sempat ramai sampai Komisi IV DPR RI memanggil para pengimpor jahe. Dari tiga undangan yang dikirim, hanya Direktur Utama Mahan Indo Global, Jaiprakash Soni, yang hadir. Jaiprakash mengaku telah 12 tahun melakukan ekspor ke Bangladesh, dan baru pada 2020 ia tidak mengekspor jahe.

Data BPS menunjukkan, impor jahe meningkat tajam dalam dua tahun terakhir. Pada 2019, impor 21.782 ton, sedangkan pada 2020 mencapai 19.252 ton. Impor jahe pada 2018 hanya 3.886 ton dan 2017 hanya 53 ton. Negeri asal jahe impor itu adalah Vietnam, Thailand, Cina, dan Myanmar.

Peningkatan impor dalam dua tahun terakhir langsung memukul jumlah produksi jahe nasional—sampai turun 50 persen. Berdasarkan data Kementan, produksi jahe selama 2019 hanya 174.380 ton, pada 2018 masih 207.411 ton. Pada 2017 mencapai 216.586 ton, pada 2016 mencapai 340.345 ton, dan pada 2015 sebanyak 313.064 ton.

Dengan derasnya impor jahe dalam dua tahun terakhir, kata Ketua Asosiasi Petani Jahe Organik (Astajo), Kabul Indarto, hampir semua petani sudah mengganti komoditas jahe dengan porang.  “Kami kesulitan menjual [jahe]. Jadi kami putuskan menanam hanya sebatas tumpang sari, karena harga jahe petani Rp6.500/kg sedangkan jahe impor dari Cina dulu [2018] Rp3.500/kg,” ujarnya.

Sebenarnya, seberapa besar konsumsi jahe masyarakat Indonesia? Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian, Prihasto Setyanto, menyebut produksi jahe nasional sejak 2019 mencapai 174.000 ton, pada 2020 menjadi 183.000 ton. Kebutuhan jahe di dalam negeri “Sekitar 34.000-38.000 ton per tahun,” kata dia. Artinya, Indonesia masih surplus 145.000 ton jahe lokal pada 2020. Selama 2019 Indonesia mengekspor 4.000 ton jahe, dan pada 2020 sebanyak 2.188 ton. Prognosa di 2021, ini masih surplus 10.100 ton,” tuturnya.

Menanggapi anomali impor di tengah surplusnya produksi jahe nasional, Dwi Andreas, guru besar Ilmu Pertanian IPB, sarankan Pemerintah pusat dalam hal ini Kemendag harus menerapkan ketentuan tarif jahe impor. Hanya itu. Kalau (memberlakukan) larangan terbatas, apa Indonesia berani? Di WTO saja kita kalah terus,” kata dia. Bagi Dwi Andreas, kasus impor jahe yang saat ini terjadi hanya permulaan sebelum larut dalam ketergantungan impor. “Kasus jahe ini sama seperti kasus kedelai, gula, bawang putih. Akhirnya apa? Ketergantungan impor pangan,” tuturnya.(Nay)

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate