Koperasi lebih dari sekadar lembaga keuangan, melainkan komunitas yang saling mendukung. Hubungan antara anggota dan koperasi merupakan hubungan jangka panjang yang dibangun atas dasar kepercayaan dan kebersamaan.

Di koperasi kredit (kopdit), anggota memiliki posisi strategis. Anggota bukan sekadar pelanggan (customer), tetapi juga pemilik (owner) sekaligus bagian dari pengelola koperasi. Peran sebagai owner ini penting karena dapat menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging).
Anggota tidak lagi bersikap “datang, pakai layanan, lalu pergi”, tetapi ikut peduli pada perkembangan koperasi. “Rasa memiliki inilah yang perlahan membangun loyalitas sehingga anggota akan lebih setia, lebih peduli, dan lebih mau terlibat karena tahu koperasi adalah milik mereka sendiri,” ungkap Deputi Operasional KSP Kopdit Pintu Air, Fransiska T. Irmayati Subu, biasa disapa Irma.
Di sisi lain, koperasi kredit juga tidak akan berjalan tanpa peran anggota sebagai pelanggan. Simpanan, pinjaman, dan layanan keuangan lainnya hanya akan berfungsi maksimal jika digunakan secara aktif oleh anggota.
Menariknya, peran ganda sebagai pemilik dan pelanggan ini tidak selalu mudah dijalankan. Di sinilah pentingnya peran anggota sebagai pengelola yang bijak. Melalui rapat anggota, pemilihan pengurus dan pengawas, serta pengawasan bersama, anggota ikut menentukan arah koperasi.
Pengelola koperasi harus mampu menjaga keseimbangan. Di satu sisi, koperasi perlu dikelola secara profesional dan berkelanjutan sebagai milik bersama. Di sisi lain, koperasi juga harus memberikan pelayanan terbaik bagi anggotanya sebagai pelanggan.
“Jangan sampai koperasi terlalu fokus mengejar keuntungan tapi melupakan pelayanan, atau sebaliknya terlalu longgar dalam pelayanan hingga mengorbankan kesehatan koperasi,” tegas Irma.
Kopdit Pintu Air sebagai kopdit terbesar di Indonesia berhasil menjaga keseimbangan tersebut. Ini tidak lepas dari standar dan kualitas yang baik dari sisi kinerja SDM, likuiditas, dan audit. Sehingga kinerjanya terus tumbuh dengan kualitas pelayanan prima kepada anggotanya.
Koperasi lebih dari sekadar lembaga keuangan, melainkan komunitas yang saling mendukung. Inilah yang menjadi kekuatan utama kopdit. Hubungan antara anggota dan koperasi bukan sekadar transaksi, tetapi hubungan jangka panjang yang dibangun atas dasar kepercayaan dan kebersamaan.
Menjadi anggota koperasi kredit berarti siap menjalankan peran yang lebih luas yakni sebagai pemilik, pelanggan, dan pengelola yang bertanggung jawab. “Jika ketiga peran ini dijalankan secara seimbang, kopdit akan tumbuh lebih kuat, dipercaya, dan bermanfaat bagi anggotanya,” ungkap perempuan kelahiran, Bola, 18 Januari 1983 ini.
Pada akhirnya, kopdit bukan hanya soal simpan pinjam, tetapi tentang bagaimana anggota bersama-sama membangun kesejahteraan. (Kur).





