hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Amargo Jati, Lestarikan Ukiran Jepara dengan Prinsip Sosial

JEPARA—Sebuah usaha bukan saja mencari kekayaan, tetapi bekerja untuk saling membantu. Begitu prinsip pesan Sang Ayah kepada Ferry Anggriawan, penerus Amargo Jati yang berdiri sebelum dia lahir.

Sang Ayah mendirikan usaha ini untuk melestarikan ukiran khas jepara dan juga mempertahankan kualitas ukirannya.  Furniture yang diproduksi tidak hanya berkualitas, tetapi juga harganya bersaing.

“AlhamduLillah untuk perkembangan sangat baik dan lancar karena kami sudah mempunyai langganan yang ada di jakarta dan sekitarnya.  Kami memproduksi satu set kursi tamu set meja makan,  set kamar tidur dengan harga jual tergantung dari kualiatas kayu dan ukiran,” ujar Ferry kepada Peluang, Rabu (28/10/20).

Pria kelahiran 1998 ini mengungkapkan pemasaran produksinya sudah sampai keluar pulau Jawa, seperti Kalimantan bahkan pernah mengisi apartemen di negeri jiran Malaysia. Sebelum pandemi Amargo Jati mampu membuat empat set perabot dengan omzet  Rp8 juta.

“Produksi kami mempunyai ciri khas ukiran yang yang bagus (memes) serta kualiatas kayu yang baik serta harga bersaing  serta mempunyai kursi tamu yang nggak ada duplikatnya,” ungkap Ferry.

Saat ini Amargo Jati mengembangkan pemesanan secara daring.  Ferry berharap mellaui penjualan menggunakan digital menjangkau lebih banyak pembeli dan pelanggan.

“Ke depan semoga go internasional ingin menyerap tenaga kerja yang lebih banyak ,karena prinsip dari amargo jati putra furniture bekerja untuk saling membantu dalam kebaikan,” pungkasnya.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate