JAKARTA—Badan Pusat Statistik Nasional menyampaikan pada Agustus 2020 terjadi deflasi sebesar 0,05 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 104,90. Dari 90 kota IHK, 53 kota mengalami deflasi dan 37 kota mengalami inflasi.
Dengan demikian Indonesia Indonesia mengalami dua bulan berturut-turut, setelah pada Juli lalu terjadi deflasi sebesar 0,10 persen. Sementara pada Juni inflasi bertengger pada angka 0.18 persen.
Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya beberapa indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, seperti minuman, dan tembakau sebesar 0,86 persen dan kelompok transportasi sebesar 0,14 persen.
Deflasi Agustus didominasi oleh penurunan harga daging ayam ras dengan andil 0,09%. Kemudian ada penurunan harga bawang merah dengan andil 0,07%.
“Harga tomat andilnya 0,02%, telur ayam ras dan beberapa jenis buah-buahan seperti jeruk dan pisang masing-masing 0,01%,” ungkap Suhariyanto dalam jumpa persnya, Selasa (1/9/20).
Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Agustus) 2020 sebesar 0,93 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Agustus 2020 terhadap Agustus 2019) sebesar 1,32 persen.
Deflasi tertinggi terjadi di Kupang sebesar 0,92 persen dengan IHK sebesar 102,48 dan terendah terjadi di Sibolga, Tembilahan, Bekasi, dan Banyuwangi masing-masing sebesar 0,01 persen dengan IHK masing-masing sebesar 103,05; 105,06; 106,97; dan 103,49.
Sementara inflasi tertinggi terjadi di Meulaboh sebesar 0,88 persen dengan IHK sebesar 107,53 dan terendah terjadi di Batam, Kediri, dan Kotamobagu masing-masing sebesar 0,02 persen dengan IHK masing-masing sebesar 103,24; 104,51; dan 105,93.








