Tidak banyak badan usaha berbasis koperasi mampu menjaga kinerja usaha dengan baik di rentang waktu cukup panjang, 70 tahun. Ada yang bangkrut dan bubar, tetapi banyak pula yang bertahan eksist, Kopposindo adalah satu dari koperasi ‘lawas’ yang tahan gempuran itu.
Masa tujuh dasa warsa memang bukan waktu yang singkat dan tak mudah mempertahankan sebuah usaha bisnis, apalagi usaha berbentuk koperasi yang melibatkan kepentingan banyak anggotanya. Tak demikian dengan Koperasi Pegawai PT Pos Indonesia (Kopposindo) yang tetap eksis melayani anggota dan mampu pula mendongkrak aset dan keuntungan atau SHU kendati sempat ‘muyung’ diterpa pandemi covid-19.
Koperasi yang digawangi para karyawan PT Pos Indonesia ini membuktikan bahwa usaha Bersama mampu eksist jika konsisten menjaga partisipasi anggota, sebab sejatinya anggota adalah pemilik sekaligus pengguna jasa usaha koperasi. Hal itu dikemukakan Deputi Perkoperasian Kementerian Koperasi UKM Ahmad Zabadi saat memberi sambutan dan membuka RAT Kopposindo Tahun Buku 2021, Selasa (24/3/2022) di Jakarta. Hadir pada kesempatan itu Kepala Regional 4 Jakarta PT Pos Indonesia Arifin Muchlis, Dinas Koperasi UKM, Pusat Koperasi Pegawai Provinsi DKI Jakarta serta ratusan anggota perwakilan Kopposindo.
Dalam pesannya Zabadi mengingatkan agar Kopposindo tidak lengah dengan perkembangan bisnis yang tengah bergerak cepat dewasa ini. “Era digitalisasi adalah keniscayaan dan Kopposindo harus mampu melakukan inovasi bisnis yang sifatnya out of the box,” ujarnya. Pesan tersebut menyiratkan agar Kopposindo sebagai koperasi fungsional yang berada di bawah naungan PT Pos Indonesia harus jeli mengintip peluang usaha di luar induk perusahaan.
Sementara itu Ketua Umum Kopposindo Gibson Sihombing dalam laporannya menyampaikan bahwa perjalanan panjang 70 tahun Kopposindo adalah prestasi luar biasa yang patut disyukuri oleh segenap anggota.
“Pada akhirnya kita bisa membuktikan bahwa koperasi yang kita bangun bersama ini telah mampu membantu anggota mengatasi persoalan kebutuhan hidup, seperti menyekolahkan anak sampai perguruan tinggi, kepemilikan rumah, mendukung usaha anggota pasca purna bakti dari PT. Pos Indonesia (Persero) dan kebutuhan hidup lainnya,” ujarnya.
Sejumlah testimoni anggota juga mengungkapkan kemanfaatan menjadi anggota koperasi, sebagai suatu kebanggaan.
Oleh karena itu, lanjut Gibson, pihaknya yaitu pengurus, pengawas dan karyawan bertekad untuk terus memberi layanan terbaik bagi anggota khususnya dan stakeholder umumnya.
Target layanan digitalisasi
Pada bagian lain laporannya, Gibson menegaskan Kopposindo akan terus melakukan terobosan dengan memanfaatkan peluang yang ada dan mengelola tantangan yang dihadapi.
“Di tengah era teknologi yang makin canggih, dan perubahan tatanan ekonomi akibat pandemi Covid-19 Kopposindo dengan jumlah anggota 2.163 orang dituntut untuk terus menyesuaikan diri terhadap kemajuan dan perkembangan yang ada, baik dari sisi pengelolaan usaha maupun organisasinya,” tukas Gibson.
Untuk itu, dalam rencana kerja jangka menengah, Pengurus periode 2021-2025, salah satu target diharapkan adalah digitalisasi layanan anggota, sehingga setiap anggota yang tersebar sebagian besar di Jabodetabek dan beberapa orang di kota besar lainnya dapat dengan mudah memanfaatkan layanan koperasi, baik dari kegiatan simpan pinjam maupun usaha retail. Di samping itu, sambung Gibson, pemanfaatan teknologi semakin meningkatkan daya saing Kopposindo dalam kegiatan usaha selain simpan pinjam dan toko, yaitu usaha agen pos, praposting, perparkiran, pengadaan barang dan jasa dan penyewaan kendaraan.
Dalam 10 tahun terakhir, aset dan modal Kopposindo terus bertumbuh, dimana pada tahun 2011 jumlah modal anggota sebesar Rp11.061.932.308, pada tahun 2021 menjadi sebesar Rp24.894.214.528 atau bertumbuh 125%. Pada periode yang sama, jumlah aset Kopposindo tahun 2011 sebesar Rp79.812.178.840 menjadi sebesar Rp170.936.435.622 pada tahun 2021 atau tumbuh 114%. Pengurus mentargetkan pada akhir periode kepengurusan jumlah aset mencapai sebesar Rp200 miliar.
Beberapa program jangka pendek yang sedang dikerjakan adalah melakukan kerja sama dengan PT. Astra International, Tbk – Honda dan Bank Syariah Indonesia tentang penjualan sepeda motor kepada karyawan PT. Pos Indonesia (Persero) di seluruh Indonesia, dengan target penjualan sebanyak 1.500 unit kendaraan. Di samping itu, saat ini Pengurus sedang mengajukan proposal kepada Lembaga Penyaluran Dana Bergulir (LPDB-KUMKM) dalam penyaluran kredit kepada anggota yang memiliki usaha produktif dan kerja sama dengan Bank MNC dalam penyaluran kredit dengan pola executing. (Irm)





