hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

50 Tahun Melayani Anggota Raih Banyak Prestasi

Inovasi digital dan pelaksanaan pendidikan perkoperasian berujung pada banyaknya apresiasi yang diraih tidak lepas dari sentuhan tangan dingin General Manajer, Leonardus Frediyanto Moat Lering.

Konsistensi KSP Kopdit Obor Mas menjalankan pendidikan perkoperasian merupakan salah satu kunci keberhasilan menjaga loyalitas anggota. Banyaknya tawaran dari lembaga jasa keuangan lain tidak membuat anggota pindah ke lain hati. Mereka setia mengakses produk dan layanan Kopdit yang  November tahun ini berusia setengah abad.

General Manajer KSP Kopdit Obor Mas, Leonardus Frediyanto Moat Lering, biasa disapa Yanto mengatakan, Obor Mas memegang teguh pendidikan perkoperasian yang merupakan salah satu prinsip koperasi. Pendidikan perkoperasian dilaksanakan secara reguler dan bersamaan dengan itu kualitas layanan terus ditingkatkan.

Pengembangan usaha koperasi sangat tergantung dari dukungan anggota. Untuk menjaga loyalitas dan militansi anggota, Yanto menginisiasi konsep baru dengan menjadikan anggota sebagai Sahabat Obor Mas.

Selayaknya sahabat sejati, salah satu kopdit terbesar di Indonesia itu berkomitmen untuk menemani anggota dalam kondisi suka maupun sulit.

Yanto menggalakan internalisasi nilai Sahabat Obor Mas kepada jajarannya, sehingga mereka diharapkan dapat mempraktikan pendekatan baru tersebut. Singkatnya, staf didorong menjalin komunikasi intensif untuk mengetahui perkembangan usaha anggota yang sebagian besar berprofesi sebagai petani holtikultura.

Kopdit dengan anggota mencapai 130 ribu orang ini akan terus mendorong kewirausahaan anggota, atau meminjam istilah Rhenald Kasali -pakar manajemen- self driving. Sebab dengan menjadi pengusaha yang tangguh, ekonomi rumah tangga anggota menjadi lebih mandiri. Kopdit, kata Yanto, tetap difungsikan sebagai lembaga penyaluran kredit dan pendampingan usaha. 

“Kami setia menjalankan peran intermediari dengan menyalurkan kredit untuk pengembangan usaha anggota. Selain itu, melakukan pendampingan dan membantu pemasaran produk melalui inovasi digital,” ungkapnya. Untuk diketahui, Kopdit Obor Mas merupakan satu dari sedikit koperasi yang getol mengembangkan layanan digital. Teranyar, meluncurkan aplikasi Pasar Digital Obor Mas (Padimas) yang memfasilitasi para pelaku UMKM binaannya untuk mempromosikan barang produksi mereka.

Melalui Padimas, pangsa pasar anggota dapat meluas dan tidak hanya berkutat di sekitar NTT  saja. Anggota dapat mengunduh aplikasi ini di Playstore melalui ponsel berbasis android. Karena aplikasi didesain hanya untuk anggota Obor Mas saja, bagi yang ingin membuka lapak di Padimas harus mendaftarkan diri untuk memperoleh nomor buku anggota sebagai syarat registrasi di aplikasi tersebut. Anggota Obor Mas dapat menjual segala macam hasil produksi seperti kerajinan tangan, hortikultura/pertanian, ternak, kuliner dan lain sebagainya. Singkatnya, kehadiran aplikasi yang baru diluncurkan

pada tahun ini membuat segalanya makin mudah dan membantu perluasan pasar usaha anggota.

 Sebagai orang yang lama berkecimpung di gerakan koperasi, pemikiran dan kontribusi Yanto cukup besar tidak hanya bagi Obor Mas saja tetapi perkoperasian secara umum. Koperasi simpan pinjam baginya harus tetap berjalan di atas rel dengan menjalankan fungsi intermediasi. “Koperasi jangan keluar jalur dengan menjadi pelaku usaha sektor riil, biarkan anggota yang punya bisnis untuk membangun kemandirian ekonomi,” pungkas-nya. (Kur)

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate