
PeluangNews, Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menelan ke korban. Sebanyak 50 siswa dari sejumlah sekolah dasar dan satu sekolah menengah kejuruan di Kota Bogor, Jawa Barat, diduga mengalami keracunan usai menyantap menu MBG, Jumat (14/11/2025).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Sri Nowo Retno mengatakan, seluruh siswa yang terdampak mendapatkan penanganan medis di tiga puskesmas wilayah Bogor Selatan.
Kasus keracunan ini melibatkan siswa dari lima sekolah, yakni SD Batutulis 1, SD Batutulis 2, SD Batutulis 3, SD Lawanggintung, dan SMK PUI. Para siswa itu dirawat di tiga puskesmas, yaitu Puskesmas Bogor Selatan, Puskesmas Bondongan, dan Puskesmas Lawanggintung.
Retno mengungkapkan, seluruh siswa menyantap menu MBG yang berasal dari satu dapur Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG). Menu yang dibagikan terdiri dari nasi, ayam bakar, tumis jagung-wortel, susu kotak, dan keripik tempe.
Tim kesehatan, katanya, tengah menelusuri sumber penyebab keracunan sekaligus melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dan spesimen siswa.
“Gejala yang dialami siswa seperti mual, muntah, diare, BAB berdarah dan berlendir, demam, pusing, menggigil, berkeringat, dan nyeri perut,” ujarnya. “Kami juga sudah mengambil sampel makanan dan spesimen siswa yang keracunan. Termasuk melakukan penyelidikan epidemiologi,” tambahnya.
Retno meminta seluruh fasilitas kesehatan dan rumah sakit di Kota Bogor bersiaga mengantisipasi kemungkinan penambahan korban.
“Kami sudah minta pihak sekolah untuk melaporkan jika ada penambahan siswa yang keracunan,” imbuh dia. Hingga Jumat sore, Puskesmas Bogor Selatan masih dipadati para siswa yang mengalami keluhan usai menyantap menu MBG. []








