hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

5 Strategi Hadapi Kesulitan Ekonomi

Sesuaikan kembali produk dan layanan dengan sumber daya yang diperlukan. Bangun tim yang ramping dan efisien. Dengarkan kebutuhan mereka. Jangan pernah berhenti memikirkan cara mencapai hasil akhir yang lebih baik.

MENGELOLA bisnis dalam resesi dapat menghadirkan tantangan unik bagi pemilik dan karyawan bisnis. Tidak mungkin untuk memprediksi kapan resesi akan terjadi atau apa yang akan menyebabkannya. Tetapi ada beberapa gejala umum dari ekonomi tersembunyi yang memengaruhi bisnis, salah satunya adalah keadaan yang terjadi di dunia saat ini, yang diperparah dengan pandemi. 

Gelombang PHK sudah terjadipenjualan produk dan daya beli masyarakat sudah menurun dan banyak lagi indikator yang menandakan bahwa Indonesia dan dunia sudah berada di tepi jurang resesi. Berikut ini strategi yang bisa digunakan untuk menghadapi resesi:

Nilai kesehatan bisnis anda

Jika anda sudah merasa masuk ke dalam masa resesi, beberapa keputusan sulit mungkin harus dibuat mengenai penetapan harga produk, rencana pemasaran, perekrutan, dan bahkan peluncuran baru. Setiap bisnis akan melalui resesi dengan cara yang unik, tantangan paling umum yang dihadapi oleh perusahaan dari semua ukuran termasuk:

  • Godaan untuk memangkas ukuran produk, kualitas dan manfaat, atau menaikkan harga;
  • Tidak cukup modal untuk membayar karyawan;
  • Moral dan produktivitas karyawan lebih rendah.

Sangat penting untuk memahami apa yang dikatakan metrik tentang operasi sehari-hari. Ketika data tersebut menunjukkan bahwa perusahaan anda sudah sangat tertekan, segera jawab pertanyaan ini:

  • Apa ada ketidakefisienan terkait penawaran produk atau layanan?
  • Berapa banyak talenta yang mampu bekerja saat ini? Seberapa jauh kita benar-benar “membutuhkan” orang?
  • Sumber daya apa yang anda butuhkan untuk mempertahankan atau melampaui hasil saat ini?
Lakukan perubahan

Setelah mengidentifikasi area masalah, saatnya untuk melakukan perubahan yang akan membuat bisnis anda lebih tangguh dalam iklim ekonomi apa pun termasuk pada saat resesi, termasuk:

  • Menyelaraskan kembali staf atau merestrukturisasi bagan organisasi;
  • Mengevaluasi produk dan layanan untuk memastikan permintaan pasar terus terpenuhi;
  • Menyesuaikan tolok ukur dan target pertumbuhan yang diproyeksikan

Tidak setiap masalah bisa diselesaikan sekaligus. Prioritaskan masalah dengan potensi tertinggi untuk merusak kepuasan pelanggan, budaya bisnis, dan keuntungan. Tindakan yang harus diambil untuk itu:

  • Personel: Bisakah pekerjaan dua pekerja dilakukan oleh satu? Apakah berbagi pekerjaan merupakan solusi yang tepat?  Meskipun PHK bukan hal ideal untuk dilakukan perusahaan, pikirkanlah apakah perusahaan mampu membayar pesangon 6 bulan ke depan?
  • Produk dan layanan: Pertimbangkan mengurangi atau menghilangkan produk yang tidak menghasilkan laba atau dengan margin laba rendah.

Perubahan ini mungkin tidak mudah bagi staf anda, dan ini mungkin adalah percakapan yang sulit dengan karyawan. Dekati percakapan seputar perampingan dan hal-hal sensitif lainnya dengan hati-hati, dengan mempertimbangkan:

  • Atasi masalah secara langsung: Menjaga berita secara pribadi tentang PHK atau perubahan lain dapat lebih berbahaya daripada kebaikan. Ketiks anda gagal menyampaikannya kepada pekerja anda, itu bisa bisa menjadi mimpi buruk. Bersikap transparan dengan jujur ​​tentang kebenaran yang mungkin menyakitkan, dan mereka akan menghargai kejujuran anda.
  • Jangan ada pekerjaan yang tertunda: Perubahan tenaga kerja anda dapat membuat bisnis rentan terhadap inefisiensi. Dampak resesi harus dikurangi sehingga pelanggan tidak merasakan perselisihan internal.
Maksimalkan efisiensi karyawan

Ketika resesi ekonomi menekan sumber daya anda, termasuk sumber daya manusia, pertimbangkan cara memaksimalkan tim yang anda miliki, termasuk:

  • Memberikan dorongan dan kepastian kepada para pemimpin dan staf saat ini;
  • Mengidentifikasi pemimpin yang belum ditemukan di organisasi anda dan meminta mereka untuk melangkah.

Tindakan yang harus diambil:

  • Bentuk tim: Jelaskan bahwa saat ini mungkin bisa menjadi masa-masa sulit, Jika semua orang bersatu, perusahaan akan bertahan. Ingatkan mereka bahwa kerja keras mereka dihargai dan tidak luput dari perhatian atau penilaian.
  • Identifikasi pemimpin: Minta staf membantu mengidentifikasi pemimpin alami yang memiliki potensi. Adakah seseorang yang bisa diandalkan semua orang selama masa-masa penuh tekanan? Setelah diidentifikasi, dorong dia untuk mengambil lebih banyak tanggung jawab dan mengisi kekosongan.
  • Lacak semuanya: Gunakan metrik untuk melacak dan mengenali kompetensi inti. Pahami siapa yang ada di “bangku cadangan” dan apakah mereka dapat memikul tanggung jawab ekstra. Dengan begitu, anda dapat mulai melatih anggota tim.
  • Selalu dengarkan: Secara teratur mintalah umpan balik atau feedback dari para pemimpin anda, manajer dan staf biasa. Pengetahuan mereka yang mendalam tentang perusahaan dapat menginspirasi solusi inovatif untuk masalah kecil dan sistemik. Memiliki tipe buy-in ini dapat menjaga moral tetap tinggi dan tingkat produktivitas konsisten.
Penuhi kebutuhan karyawan

Tidak semua orang bisa bekerja di bawah tekanan resesi ekonomi. anda perlu karyawan menjadi lebih efisien dan produktif daripada sebelumnya. Salah satu cara untuk mencapainya adalah dengan memahami kebutuhan pribadi karyawan anda. Dengarkan mereka. Stres yang disebabkan oleh resesi di tempat kerja mungkin saja karyawan menderita melalui tekanan finansial, emosional, atau interpersonal di rumah. Tindakan yang bisa dipertimbangkan:

  • Tawarkan tunjangan tidak berwujud:  Penjadwalan yang fleksibel–memungkinkan karyawan untuk mengambil cuti atau bekerja dari jarak jauh–adalah salah satu cara populer tunjangan tidak berwujud. Saat anda menerapkan perubahan ini, hal yang perlu diperhatikan adalah memonitor produktivitas dengan cermat. s
  • Jadikan setiap manajer pendukung kesehatan mental dan emosional: Mendidik karyawan tentang bagaimana masalah kesehatan mental dapat mempengaruhi tempat kerja. Pastikan bahwa manajer siap untuk menawarkan bantuan, mengikuti protokol yang bijak dan menghindari prasangka stigmatisasi.
  • Gunakan program bantuan karyawan: Program-program ini dapat menjadi aset besar bagi karyawan yang berjuang melalui berbagai masalah.
Benahi bisnis secara menyeluruh sebelum resesi

Pemilik bisnis harus memahami bahwa resesi adalah hal yang normal dan diharapkan para pebisnis mempersiapkan bisnis untuk melaluinya, bahkan sebelum resesi itu datang. Mereka yang merencanakan dengan matang akan menghasilkan startegi yang tepat untuk bertahan. Tindakan yang harus diambil:

  • Pikirkan jangka panjang: Perencanaan dapat menghilangkan banyak hal yang tidak diketahui. Berikan pemimpin alat untuk pelatihan, produktivitas, komunikasi dan mitigasi jauh sebelum mereka membutuhkannya.
  • Lakukan pemeriksaan rutin: Alih-alih memasuki mode krisis setelah resesi melanda, gunakan setiap peluang untuk mengukur kesehatan bisnis anda. Gunakan data untuk memandu bagaimana anda membangun tim yang efisien, menumbuhkan kepemimpinan baru dan mendukung kesejahteraan karyawan. Mereka yang proaktif, bukannya reaktif, beri ganjaran yang lebih baik.●(Nay)
pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate