hayed consulting
hayed consulting
octa vaganza

350 Pegiat Koperasi Dunia Hadiri Global Innovation Coop Summit

Sumber: canadianworker.coop

PeluangNews, Jakarta — Sekitar 350 pegiat koperasi dari 24 negara di seluruh dunia pada akhir pekan ini menghadiri Global Innovation Coop Summit yang digelar di Torres Vedras, Portugal, untuk membahas bagaimana gerakan koperasi berinovasi dan merespons tantangan global.

Acara yang berlangsung pada 27–28 Oktober tersebut menghadirkan berbagai sesi pleno dan lokakarya yang diisi para pemimpin koperasi, akademisi, peneliti, hingga praktisi dari berbagai negara.

Menteri Luar Negeri Portugal Paulo Rangel membuka pertemuan tersebut dengan menyampaikan pidato kunci. “Meski bukan hal baru, koperasi adalah bentuk inovasi sosial yang paling canggih,” ujarnya melalui siaran pers yang dipublikasikan International Cooperative Alliance.

Senada dengan itu, Presiden International Cooperative Alliance (ICA), Ariel Guarco mengatakan koperasi sebagai inovasi sosial terbesar di era modern dan menegaskan bahwa inovasi tersebut tetap sangat relevan saat ini.

Guarco mendorong seluruh sektor dan kawasan untuk memperdalam kerja sama antarkoperasi guna menghadapi tantangan global secara kolektif.

Forum ini menyoroti tiga fase utama dalam menjawab tantangan global melalui pendekatan koperasi, yaitu Memberdayakan individu dan komunitas untuk bertindak, Membangun kepercayaan melalui transparansi dan akuntabilitas, serta Menciptakan perubahan sistemik yang inklusif dan berkelanjutan.

Pertemuan tersebut menekankan bahwa koperasi harus beradaptasi dengan realitas ekonomi baru, namun tetap menjaga nilai-nilai dasar koperasi. Meski inovasi sering dikaitkan dengan dunia start-up, koperasi diyakini justru merupakan model terbaik untuk mengembangkan dan mengadopsi teknologi baru karena mampu memperkuat posisi tawar anggota dan komunitas.

Menurut Presiden Cooperatives Europe, Gouseppe Guerini, koperasi memiliki pendekatan inovasi yang berbeda ini membuktikan bahwa bisnis dapat dijalankan tanpa menciptakan kerusakan.

“Di antara isu paling mendesak yang mampu dijawab koperasi adalah menciptakan kepercayaan, kepercayaan yang nyata di antara manusia. Bagi kami, inovasi berarti memajukan kemanusiaan,” katanya.

Ia memaparkan contoh inovasi yang dilakukan koperasi di Eropa untuk memenuhi regulasi Uni Eropa, mulai dari koperasi multi-pihak yang memperluas asas saling memiliki, koperasi energi terbarukan yang mendemokratisasi kepemilikan energi, hingga platform koperasi seperti Smart di Belgia yang memungkinkan pekerja independen memperoleh perlindungan sosial.

Ketua bank koperasi terbesar di Portugal, Caixa Agricola — yang menjadi tuan rumah summit tersebut — Manuel José Guerreiro, menekankan bahwa era digital bukanlah ancaman, melainkan peluang bagi koperasi.

“Modal sosial dan modal kewargaan yang kita miliki memberi kemampuan untuk memanusiakan dunia digital, menjaga perspektif autentik tanpa kehilangan jati diri,” ujarnya.

pasang iklan di sini