Koperasi merupakan lembaga yang tepat untuk pembangunan berkeadilan. Di tengah pandemi Covid-19, dibutuhkan dukungan kebersamaan dari anggota untuk pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.
Peran koperasi sebagai sokoguru perekonomian dipraktikan secara nyata oleh Kopdit Pintu Air. Koperasi yang pada tahun ini genap berusia 25 tahun itu terus memberdayakan ekonomi anggota baik melalui penyaluran pinjaman maupun pendampingan usaha.
Yakobus Jano, Ketua Kopdit Pintu Air mengatakan, pihaknya memiliki komitmen untuk mengembangkan usaha anggota dalam kondisi apapun. Terlebih di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang, kehadiran koperasi diperlukan untuk menjaga kelangsungan usaha anggota.
“Di tengah situasi yang menantang karena pandemi ini kami terus melayani dan memberdayakan usaha anggota sesuai dengan nilai dan prinsip koperasi. Oleh karenanya marilah kita perkuat kebersamaan dan kekeluargaan untuk menghadapi tantangan,” ujar Jano dalam RAT online tahun buku 2019 di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Perjalanan usia perak Kopdit Pintu Air terangkum dalam buku berjudul Mengalir Sampai ke Hati yang telah diluncurkan satu hari sebelum RAT online tersebut. Acara peluncuran buku dihadiri oleh Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo.
Penyelenggaraan RAT secara online dengan tema “Bersyukur, Bangkit, Berdiri, Berjalan, Tegak, Terhormat”, pada 27 Juni 2020 itu merupakan yang pertama kali dilakukan oleh Kopdit Pintu Air. Ini tidak lepas dari situasi dan kondisi akibat penyebaran virus corona. RAT online itu sudah sesuai dengan regulasi dan mengikuti himbauan dari Pemerintah untuk tidak berkerumun dan melakukan social distancing (jaga jarak).
Pembukaan RAT ke XXIV secara online itu dihadiri antara lain oleh Wakil Bupati Sikka Romanus Woga, Ketua Puskopdit Swadaya Utama Maumere Petrus Herlemus, dan Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM RI Ahmad Zabadi.
Wabup Sikka Romanus Woga dalam sambutannya yang bertema Kopdit dan Pandemi mengingatkan sejarah awal pendirian Kopdit (Credit Union) oleh Friedrich Wilhelm Raiffeisen. Di tengah bencana kelaparan dan kemiskinan akibat gagal panen di Jerman pada 1840-an, ternyata pemberian belas kasihan dan derma tidak mampu mengatasi kemiskinan. Setelah melalui serangkaian eksprimen, akhirnya the Founding Father Kopdit menyimpulkan bahwa semangat menolong diri sendiri lah yang terpenting untuk keluar dari jeratan kemiskinan.
Wabup Sikka juga menekankan pentingnya Kopdit Pintu Air mempersiapkan kaderisasi. “Persiapkan kaderisasi Kopdit Pintu Air untuk 1.000 tahun yang akan datang,” ujar Wabup Romanus Woga yang juga merupakan salah seorang tokoh kopdit di NTT.
Pada kesempatan yang sama, Ahmad Zabadi menegaskan bahwa jika Indonesia ingin mencapai kemakmuran bersama maka koperasi adalah jawabannya. “Koperasi merupakan wadah yang tepat untuk pembangunan yang berkeadilan,” ujar Zabadi.
Untuk memperkuat peran koperasi dalam perekonomian, Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM. Dengan dukungan SDM berkualitas maka koperasi akan menjadi lembaga ekonomi yang modern dengan ciri transparansi dan akuntabel.
Jano mengungkapkan, selama ini Kopdit Pintu Air telah banyak membantu mengembangkan usaha anggota. Peran yang dilakukan salah satu koperasi besar dengan aset triliunan ini antara lain pembangunan unit usaha rumah produksi dan pengolahan minyak kelapa mentah (crude coconut oil) menjadi minyak goreng kelapa. Koperasi juga membeli minyak kelapa mentah dari petani secara langsung. Produknya dikemas dengan merek Minyak Goreng Pintar yang dijajakan di Swalayan Pintu Air. “Selain usaha simpan pinjam Kami juga merambah sektor riil,” ujar Jano.
Selain minyak goreng, produk anggota yang juga dikembangkan koperasi adalah Garam Pintar dan bisnis media Ekora NTT. Ke depan, Pengurus akan mengembangkan produk sektor riil lainnya.
Komitmen untuk membantu perekonomian terbayar lunas dengan semakin banyaknya masyarakat yang bergabung menjadi anggota Kopdit Pintu Air. Sampai akhir tahun lalu saja, jumlah anggota sebanyak 231.477 orang, meningkat dari 2018 sebanyak 195.302 orang. Ini menunjukkan tingkat kepercayaan yang semakin besar terhadap koperasi.
Untuk meningkatkan kualitas layanan kepada anggota, Pengurus menambah jumlah kantor cabang menjdi 51 kantor. Bertambahnya jumlah kantor cabang diyakini dapat lebih mendekatkan koperasi kepada anggota sekaligus memperkuat penetrasi koperasi di tengah masyarakat.
Penambahan kantor cabang juga diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan perkoperasian yang menjadi salah satu prinsip koperasi. Kegiatan diklat dilakukan untuk semua level sesuai dengan kebutuhan koperasi. SDM berkualitas merupakan kunci utama untuk menghadirkan layanan berkelas guna memberi kenyamanan anggota dalam bertransaksi.
Jano menambahkan, kepercayaan anggota dan masyarakat terhadap Kopdit Pintu Air berdampak positif terhadap kinerja. Ini dibuktikan dengan melonjaknya jumlah simpanan baik simpanan saham maupun simpanan non saham. “Kinerja simpan pinjam kami terus tumbuh berkat dukungan nyata anggota,” ungkapnya.
Jumlah simpanan saham meningkat 24% dari Rp456,10 miliar pada 2018 menjadi Rp567,58 miliar di 2019. Sementara simpanan non saham sebesar Rp370,88 miliar di 2018 menjadi Rp499,63 miliar di 2019, atau tumbuh 35%. Naiknya jumlah simpanan dibarengi dengan pertumbuhan penyaluran pinjaman dari Rp728,18 miliar di 2018 menjadi Rp952,23 miliar, atau tumbuh 31%.
Didukung Legislatif
Kiprah Kopdit Air dalam memberdayakan ekonomi masyarakat selama ini diapresiasi oleh DPRD NTT. Dalam kunjungan kerjanya beberapa waktu lalu, kalangan legislatif memberikan dukungan penuh terhadap koperasi yang berkantor pusat di desa Ladogahar, kecamatan Nita Kabupaten Sikka NTT ini.
Ketua Komisi III DPRD NTT Viktor Mado Watun, memberi apresiasi atas kinerja pengurus dan manajemen Kopdit Pintu Air yang awalnya tertatih-tatih tapi akhirnya bisa meyakinkan ratusan ribu orang untuk bergabung bersama koperasi.
Viktor yang juga telah menjadi anggota Kopdit Pintu Air sejak 2014 itu, menilai Kopdit Pintu Air berkembang baik, memiliki visi pelayanan yang kuat sehingga mampu mengajak banyak orang untuk bergotong royong dan saling membantu dalam wadah koperasi.
DPRD juga mendorong agar di usianya yang seperempat abad, Kopdit Pintu Air dapat lebih kreatif dan proaktif membangun ekonomi masyarakat. Dengan begitu akan semakin banyak usaha anggota yang berkembang yang pada gilirannya akan memacu pertumbuhan ekonomi lokal.
Atas dukungan yang diberikan para wakil rakyat tersebut, Jano mengungkapkan rasa terima kasihnya. Dukungan itu ibarat vitamin bagi koperasi yang telah 25 tahun tak kenal lelah dalam melayani anggota dan menggerakkan perekonomian. “Kami tentu senang mendapatkan dukungan moril dari legislatif dan itu semakin memotivasi untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada anggota,” pungkas Jano. (Kur)








