hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

2021, Sektor Pertanian Hadapi Masalah SDM dan Anggaran

JAKARTA—Sejumlah indikator menunjukan bahwa kinerja sektor pertanian selama 2020 atau pandemi Covid-19 menjadi penyelamat perekonomian Indonesia. Sektor pertanian tumbuh positif 2,07 persen, sementara ekspor pertanian juga tumbuh 14, 03 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto menyampaikan bukan saja tumbuh positif tetapi sektor pertanian menjadi penyelamat tenaga kerja dengan pertumbuhan dari 27,53 persen pada 2019 menjadi 28,76% pada 2020.

Sayangnya dari segi Sumber Daya Manusia sektor pertanian kurang menguntungkan. Sebanyak 21, 17 persen SDM pertanian didominasi orang berusia di atas 60 tahun, sekita 8,09 juta orang.

“Sementara dari segi pendidikan sektor pertanian didominasi orang tamatan pendidikan SD sebanyak 65,” ujar Suhariyanto dalam Webminar bertajuk “Daya Tahan Sektor Pertanian: Realita atau Fata Morgana”, yang digelar Institute for Development of  Economics and Finance (Indef), Rabu (17/2/21).

Selain itu Suhariyanto mengingatkan peningkatan tenaga kerja di sektor pertanian justru berpotensi menurunkan produktivitas pertanian. Selain permasalahan keterbatasan lahan di mana mayoritas petani menggarap tanah kurang 0,5 hektar.

“Perlu upaya untuk menjaga harga produksi petani, kebijakan pengedalian inflasi, serta kebijakan yang berpihak pada petanian,” kata Suhariyanto.

Anggaran hingga Koperasi Pertanian

Sementara Direktur Eksekutif  Indef Tauhid Ahmad  juga menyampaikan dari segi anggaran, sektor pertanian yang pagunya pada Nota APBN ditetapkan 21, 83 triliun rupiah dipotong menjadi Rp15,5 triliun. 

Pertanian juga dihadapi dengan masalah anggaran riset dan pengembangan (R& D) yang rata-rata di Indonesia hanya Rp5,4 triliun untuk semua sektor, sekalipun pertanian terbesar sekitar Rp1 tiliun dan itu tidak mencukupi.

Bagaimana dengan 2021? Tauhid mengatakan tanpa banyak program yang dilakukan pemerintah pun, sektor pertanian diproyeksikan tetap tumbuh sekitar 2 persen sekalipun pandemi Covid-19 masih berlangsung. Tetapi kalau vaksinasi berhasil dan beberapa program dilakukan pertumbuhan bisa tiga persen.

Tauhid juga menyorot soal koperasi di mana di luar negeri basisnya pada pertanian, terutama pangan dan holtikultura. Sayangnya Indonesia tidak beralih ke koperasi. Namun koperasi pertanian masih relavan.

“Untuk mengembangkan koperasi pertanian ke depan  perlu diarahkan menggunakan marketplace dan berkolaborasi dengan badan seperti tanihub. Koperasi pertanian juga harus lebih banyak menggunakan tenaga milenial,” kata Tauhid yang pernah melakukan studi di luar negeri terkait koperasi pertanian (Van).  

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate