hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

11 Tahun Melayani Negeri Dengan Beragam Prestasi

Dukungan anggota merupakan kunci sukses dalam mengembangkan usaha koperasi. Didukung dengan inovasi digital dan peningkatan kualitas layanan KMM menjadi salah satu koperasi yang semakin dipercaya.

Semangat untuk membantu sesama merupakan salah satu alasan didirikannya Koperasi Simpan Pinjam Makmur Mandiri (KMM) 11 tahun silam. Semangat yang tidak pernah luntur hingga kini itu menjadi pendorong koperasi untuk terus melayani anggota dengan kualitas layanan yang semakin baik.

Tumbur Naibaho, Ketua KMM mengatakan, di usianya yang lebih dari satu dekade usaha KMM terus berkembang dan semakin dipercaya anggota dan masyarakat. Hal itu tidak lepas dari strategi bisnis yang dijalankan oleh Pengurus. “Upaya meningkatkan kualitas layanan dan pengembangan jaringan kantor terus dilakukan sehingga kami semakin dipercaya,” ujar Tumbur dalam acara HUT ke 11 di kantor pusat KMM di Bekasi, Jawa Barat.

Sampai 30 Mei lalu, jumlah anggota KMM sebanyak 55.886 orang, bertambah dari tahun lalu sebanyak 53.122 orang. Adapun target sampai akhir tahun ini sebanyak 100 ribu orang anggota. 

Untuk mencapai target jumlah anggota  koperasi yang berkantor pusat di Bekasi Jawa Barat ini terus mengembangkan jaringan kantor. Pada tahun ini KMM berhasil menambah 4 kantor cabang baru yaitu Cabang Humbang Hasundutan (Humbahas ) 2 di Lintong ni huta, Curug Tangerang, Jatim 6 Pasuruan, dan Pangkal Pinang, Bangka Belitung. Total kantor cabang sebanyak 142 yang tersebar di 21 Provinsi.

Jumlah kantor cabang ini akan terus bertambah disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dan kondisi terkini di tengah pandemi Covid-19. Potensi ekonomi daerah dan prospek usaha menjadi faktor penting dalam penambahan kantor cabang.

Sejalan dengan penambahan jaringan kantor, KMM juga telah mengadopsi perkembangan teknologi digital dengan meluncurkan Makmur Mandiri Mobile. Dengan aplikasi digital itu, layanan kepada anggota menjadi lebih mudah, lebih cepat, dan modern.

Makmur Mandiri Mobile memiliki fitur yang beragam antara lain penyetoran simpanan maupun pinjaman, permohonan pinjaman, pengajuan menjadi anggota, pembelian pulsa, token, membayar asuransi dan fitur lainnya.

Untuk mendukung kelancaran layanan digital tersebut, pelatihan kepada karyawan telah dilakukan. Ini dilakukan agar anggota bisa memperoleh informasi yang tepat dan layanan yang mengesankan.

Perubahan perilaku masyarakat  ke arah digital menjadi salah satu pertimbangan  dalam meluncurkan aplikasi digital. Dengan layanan digital diharapkan masyarakat akan semakin tertarik bergabung menjadi anggota koperasi. Sementara  yang sudah menjadi anggota akan mendapatkan pengalaman baru (new experience) dalam bertransaksi di koperasi.

Penambahan jumlah anggota berdampak positif terhadap usaha koperasi. Sampai akhir Mei lalu, volume usaha bertumbuh menjadi sebesar Rp259 miliar dan kekayaan sebesar Rp555,5 miliar. Modal sebesar Rp155 miliar dengan modal pokok dari anggota berupa simpanan pokok dan simpanan wajib sebesar Rp72 miliar, atau 13% dari aset KMM.

Semakin banyaknya masyarakat yang bergabung menjadi anggota tentu akan memperkuat permodalan koperasi. Dengan kekuatan modal anggota, koperasi merupakan lembaga ekonomi demokratis yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan anggota.

Kinerja usaha akan terus digenjot untuk mencapai target yang telah dianggarkan sampai akhir tahun. Volume usaha ditargetkan mencapai Rp750 miliar dengan jumlah anggota sebanyak 100 ribu orang. Sedangkan modal ditargetkan sebesar Rp185 miliar dengan rasio kecukupan modal sebesar 20% hingga akhir tahun.

Tumbur optimistis target tersebut dapat terealisasi meski dihadapkan pada tantangan yang tidak ringan akibat ekses pandemi Covid 19. Dukungan dari mitra strategis lembaga keuangan dalam perkuatan permodalan menjadi salah satu alasannya untuk optimis. “Reputasi dan tata kelola KMM yang selama ini bagus merupakan faktor penting kepercayaan dari para mitra yang tetap terjaga,” ujarnya.

Untuk diketahui, KMM pada akhir Mei lalu mendapat kepercayaan dari Kementerian Koperasi & UKM melalui Lembaga Pinjaman Dana Bergulir (LPDB KUMKM) yang memberikan Pinjaman Modal Kerja sebesar Rp50 miliar. Dana ini digunakan khusus untuk membantu modal kerja para anggota. Harapannya, di tengah situasi pandemi Covid 19 ini, usaha anggota dapat cepat bangkit kembali.

Sebelumnya KMM juga mendapat pinjaman modal kerja dari Bank Jatim dan Pinjaman Investasi dari Bank BRI Agro. Ini menandakan bahwa KMM semakin dipercaya oleh lembaga keuangan lain dalam upaya memperkuat permodalan.

Strategi Samudera Biru

Keberhasilan KMM dalam mengembangkan usaha ditopang oleh kejelian dalam melihat potensi bisnis. Alih-alih bersaing di jalur padat, koperasi yang didirikan pada 22 Juni 2009 ini memilih untuk menerapkan strategi samudera biru (blue ocean strategy). Artinya, KMM membidik pangsa pasar yang minim pesaing namun surplus potensi.

Salah satunya dengan mengambil alih PT Karunia Putri Sejati yang mengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU atau Pompa Bensin), satu-satunya di Kabupaten Samosir. “Potensi pembiayaan untuk pelaku usaha pom bensin mini cukup besar,” ujar Tumbur.

Saat ini diperkirakan ada 400 pengelola kios SPBU mini di Pulau Samosir. Dengan diberikan tambahan modal kerja di bawah Rp5 juta, mereka tidak perlu lagi setiap hari bolak –balik ke SPBU untuk kulakan bensin eceran.

KMM juga memperluas target anggota dengan membidik pelaku usaha mikro kecil, setelah sebelumnya berhasil di segmen karyawan/buruh. Ini dilakukan untuk menambah portfolio usaha anggota sekaligus mengelola risiko kredit koperasi.

Selama ini, pelaku usaha di tingkat akar rumput mendominasi struktur UMKM. Banyak dari mereka yang belum tersentuh pembiayaan baik dari koperasi maupun lembaga keuangan lain. Kehadiran KMM di segmen ini diharapkan dapat mempermudah akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro kecil.

Tumbur menambahkan, dalam penyaluran pinjaman KMM tetap fokus untuk kelompok mikro kecil dengan rata-rata pinjaman di setiap kantor cabang di bawah Rp5 juta. Ini disertai dengan jangka waktu angsuran yang pendek rata-rata dibawah 24 bulan. “Kami tetap fokus membiayai usaha anggota di usaha mikro kecil dengan suku bunga yang kompetitif,” ungkap Tumbur.

Penyaluran kredit yang dilakukan KMM disertai dengan prinsip kehati-hatian sebagai bagian dari mitigasi risiko kredit. Dalam hal ini, bisa dikatakan KMM sukses menyalurkan kredit tanpa perlu risau dengan kenaikan angka pinjaman bermasalah (non performing loan/NPL). Sampai saat ini NPL KMM berada di bawah 1,5%, sebagai bukti risiko pinjaman terkelola dengan baik.

“Kita juga selalu menjadi likuiditas dengan baik, sehingga ketika ada di antara anggota yang mencairkan sebagian atau seluruh dananya berupa Simpanan Sukarela, kita mampu memenuhi tepat waktu,” ungkap Tumbur.

Aspek likuiditas merupakan faktor utama untuk menjaga kepercayaan anggota di masa pandemi ini. Dengan manajemen likuiditas yang memadai, anggota dapat merasa nyaman menyimpan dananya di koperasi. Dengan moto Jujur, Ramah, Senyum & Bersahabat, KMM terus menjaga kecukupan likuiditas.

Tumbur mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini mendukung usaha KMM. Sehingga dalam tempo relatif singkat KMM telah menggapai beragam prestasi. KMM mendapatkan penghargaan sebagai Koperasi Berprestasi 2019 dan Tumbur merupakan dianugerahi Bhakti Koperasi dari Pemerintah.  Selain itu, KMM tercatat merupakan salah satu Koperasi Besar di Indonesia.

Kepercayaan dari anggota dan para mitra serta beragam penghargaan yang telah diraih menjadi penambah motivasi bagi KMM untuk semakin meningkatkan kualitas layanan dan kinerja pada masa mendatang. Ini sesuai dengan semangat awal pendiriannya untuk membantu sesama seperti yang menjadi jiwa demokrasi ekonomi koperasi, dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota. Dirgahayu 11 tahun  KMM.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate