Satu dasa warsa perjalanan Koperasi Simpan Pinjam Makmur Mandiri (KMM) dirayakan meriah dan dipadati sekitar 1000 orang anggotanya yang datang dari berbagai pelosok tanah air. Koperasi bebasis operasi di Kota Bekasi ini sekaligus secara simbolis meresmikan kantor cabangnya ke 130 yang berlokasi di Bitung Sulawesi Utara. .
“KSP Makmur Mandiri masih belum apa-apa. Masih banyak di atas kami koperasi lainnya yang jauh lebih besar baik dari sisi aset, volume usaha maupun anggota. Namun perlahan tapi pasti kita juga akan menuju ke posisi besar itu,” kata Ketua KSP Makmur Mandiri (KMM) Tumbur Naibaho, Dia mengemukakan hal itu dalam perayaan 10 tahun KMM yang berlangsung Sabtu (22/6/19) di Convention Hall Hotel Santika, Bekasi Jawa Barat. Acara yang dipadati sekitar 1000 anggota itu dihadiri oleh Deputi Kelembagaan Kementerian Koperasi UKM Luhur Pradjarto, Asisten Deputi Keanggotaan Untung Tri Basuki dan Kepala Biro Umum Hardyanto. Tampak pula sejumlah mitra koperasi besar antara lain Ketua Koperasi Awak Psawat Garuda Rimond B Sukandi, Direktur KSP Sejahtera Bersama Nur Hidayah, Sekretaris KSP Nasari Agus Prakosa, Ketua Harian Koperasi Astra Bambang Widjanarko, dan Sekjen Forum Komunikasi Koperasi Besar Indonesia Irsyad Muchtar,
Di rentang satu dadawarsa itu, KMM sudah tersebar di 20 provinsi di seluruh tanah air dengan 130 cabang, 1200 karyawan dan total anggota mencapai 41.427 orang. Ke depan, KMM akan terus memperbaiki kualitas manajemen dan rekrutmen anggota profesional karena koperasi ini punya obsesi menjadi KSP terbaik di tingkat nasional.
Jika sukses KMM dinilia dari pencapaian asetnya yang lebih dari Rp 400 miliar, maka kata Tumbur, pencapaian itu adalah kerja tim yang melibatkan banyak tenaga muda profesional. “Kami berterima kasih kepada semua pihak, terutama Kementerian Koperasi UKM dan dinas- dinas koperasi di daerah, perbankan dan media massa, tanpa bantuan Anda semua KMM tidak akan mencapai sukses seperti hari ini,” tandas Tumbur.
Dalam sambutannya Luhur Pradjarto mengingatkan agar KMM jangan lengah dengan keberhasilan yang sudah dicapai hari ini. “Pertahankan terus apa yang sudah dicapai dengan senantiasa beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Jangan sampai KMM jadi eksklusif karena budaya koperasi adalah gotong royong, kebersamaan dan peduli terhadap lingkungan,” ujarnya.
Luhur juga menitip pesan agar KMM mengedepankan pendidikan terhadap anggota. Sebab partisipasi anggota terhadap koperasi akan lebih mudah dengan adanya berbagai pelatihan dan pendidikan anggota. (Reza)








