Jakarta — Sebanyak 10 koperasi pegawai anggota PKPRI DKI Jakarta meraih penghargaan sebagai koperasi terbaik tahun 2021. Penghargaan tersebut diberikan oleh Pusat Koperasi Pegawai (PKPRI) DKI Jakarta saat Rapat Anggota Tahunan ke 67, siang ini, Rabu (15/6/2022). Hadir pada kesempatan itu dan turut serta menyerahkan penghargaan Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Elizabeth Ratu Rante Allo.
Penghargaan tersebut, seperti dibacakan Sekretaris PKPRI DKI Jakarta Abdul Malik, berdasarkan sejumlah kriteria, antara lain kinerja usaha positif yang tetap tumbuh di tengah pandemi covid-19, tertib organisasi dan tingginya partisipasi anggota. ” Kami mengambil penilaian koperasi terbaik ini berdasar kinerja usaha gabungan dari tahun 2017 hingga 2021,” ujar Malik.
Dalam sambutannya Ketua Umum PKPRI Hasanuddin Bsy menyampaikan, penghargaan tersebut merupakan upaya untuk menstimulasi koperasi pegawai agar tetap mampu tumbuh dan mengembangkan usahanya. “Penghargaan 10 koperasi terbaik kami seleksi dari sebanyak 314 koperasi pegawai yang jadi anggota PKPRI DKI Jakarta,” ujarnya. Dengan penghargaan tersebut, lanjutnya, koperasi pegawai dapat terus tumbuh menjadi koperasi yang profesional dan patut dibanggakan. Adapun 10 koperasi terbaik tersebut adalah :
- Koperasi Karyawan
Kehutanan - Koperasi Pegawai
Kementerian
Perhubungan RI - Koperasi Dharma
Sosial Dinas Sosial
DKI Jakarta. - Koperasi Pegawai
Pos Indonesia
Jakarta Pusat - Koperasi Kowarka
Kota Jakarta Timur - Koperasi Pegawai
Pos Indonesia
Jakarta Timur. - Koperasi Pegawai
Pemda DKI Jakarta - Koperasi Pegawai
Kementerian
Sekretaris Negara RI - Koperasi Pegawai
Meteorologi
Klimatologi dan
Geofisika “BMKG” - Koperasi PT Pelni
“Bina Sejahtera”
Masih Bisa SHU
Pada bagian lain sambutannya Hasanuddin melaporkan sejumlah usaha PKPRI DKI Jakarta sepanjang 2021 mengalami kendala akibat dampak pandemi covid-19.
“Unit usaha SPBU yang biasanya memberi kontribusi utama sekitar60-70%, pada tahun 2021 lalu mengalami penurunan signifikan dan tidak mencapai target diharapkan” ujarnya. Demikian pula realisasi usaha simpan pinjam yang tercapai 81% dari target diharapkan, sebesar Rp 1,830 miliar.
Realisasi pendapatan tahun 2021 secara keseluruhan mencapai Rp 8,860 miliar atau 84%, sedangkan pembiayaan sebesar Rp 7,546 miliar atau 85%,. “Alhamdulillah di tengah masa sulit itu PKPRI DKI Jakarta masih bisa mencatat SHU yaitu sebesar Rp 1,314 miliar atau 76% dari target sebesar Rp 1,732 miliar,” pungkas Hasanuddin. ( Irm)





